Nama itu menjadi sesuatu yang tak bisa disentuh, bukan karena terasa asing, melainkan karena terlalu dekat hingga setiap hurufnya seperti menekan bagian paling rapuh dalam dirinya. Airel berdiri di balik meja kasir kafe kecil tempatnya bekerja, mencatat pesanan dengan gerakan yang rapi dan terlatih, seolah tubuhnya sudah hafal apa yang harus dilakukan tanpa perlu melibatkan perasaan. Suara pelanggan datang silih berganti, gelas beradu pelan di atas meja, mesin kopi berdengung stabil, semuanya membentuk rutinitas yang tampak biasa dari luar.
Sampai seseorang menyebut nama itu.
“Eh, Zev itu yang kemarin ke sini bukan, yang tinggi itu?”
Pulpen di tangan Airel berhenti di atas kertas, tidak jatuh, tidak bergetar, hanya diam seperti waktu yang ikut tersangkut di satu titik yang sama. Ia tidak mengangkat kepala, tidak ikut menoleh, tidak memberikan reaksi yang bisa dibaca orang lain, tetapi di dalam dadanya sesuatu terasa seperti ditarik paksa hingga menyisakan ruang kosong yang tiba-tiba terasa sakit.
“Aku enggak tahu namanya siapa, tapi dia sering ke kota ini katanya,” jawab suara lain dengan nada santai.
Airel menarik napas pelan dan melanjutkan tulisannya, menjaga gerak tangannya tetap stabil meski pikirannya mulai berantakan. Ia menyelesaikan pesanan itu, menyerahkan struk, lalu berdiri beberapa detik lebih lama dari biasanya sebelum akhirnya meminta izin ke belakang dengan alasan sederhana yang tidak dipertanyakan siapa pun.
Pintu ruang penyimpanan ia tutup perlahan, memastikan tidak ada suara yang mencolok. Begitu sendirian, ia menahan napas lebih lama dari yang seharusnya, seolah tubuhnya lupa bagaimana cara bernapas dengan benar ketika nama itu kembali muncul. Tangannya bertumpu pada meja kayu, kepalanya tertunduk, dan pikirannya terasa penuh oleh sesuatu yang tidak bisa ia hentikan.
Kenapa nama itu masih mengejarnya.
Padahal ia sudah pergi sejauh ini, meninggalkan kota, meninggalkan rumah, bahkan meninggalkan dirinya yang dulu. Ia sudah berusaha menghapus semua…
Penantian 7 Tahun
BAB 82 - Nama Yang Tak Bisa Disebut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments