Malam di taman kota terasa lebih tenang dari biasanya. Hujan yang turun sore tadi meninggalkan aroma tanah basah yang masih samar tercium dari sela rumput dan jalur batu yang mengilap. Lampu-lampu kecil di sepanjang tepi danau memantul di permukaan air, pecah menjadi garis-garis emas yang bergerak pelan setiap kali angin menyentuh permukaannya.
Airel duduk di bangku kayu dekat tepi air, tepat di samping Zev. Jarak mereka nyaris tidak tersisa sejak laki-laki itu menggenggam tangannya beberapa menit lalu dan belum berniat melepaskannya. Hangat telapak tangan itu membuat dada Airel sulit tenang, seolah jantungnya lupa bagaimana cara berdetak biasa.
Ia datang malam ini dengan niat jelas. Ia ingin bicara jujur, ingin berhenti menyimpan semuanya sendirian, ingin menatap Zev tanpa harus pura-pura baik-baik saja. Namun sejak duduk di sini, semua keberanian yang sudah ia susun seperti berantakan sedikit demi sedikit.
Zev menoleh ke arahnya, memerhatikan wajah Airel yang terlalu serius sejak tadi. Sorot matanya tenang, tetapi ada geli kecil di sana seolah ia sedang menikmati sesuatu.
“Kamu dari tadi tegang banget.”
“Aku biasa aja.”
“Enggak mungkin.”
Airel mengernyit. “Sok tahu.”
“Aku bisa lihat dari cara kamu gigit bibir sendiri dari tadi.”
Refleks Airel langsung melepas bibir bawahnya. Zev tertawa pelan, suara rendah yang selalu terdengar singkat tetapi cukup untuk mengubah suasana jadi lebih ringan. Airel memalingkan wajah ke arah danau sambil menahan malu yang mulai naik ke pipi.
“Kamu nyebelin,” gumamnya.
“Tapi kamu tetap datang.”
Kalimat itu sederhana, tetapi tepat mengenai sasaran. Airel tidak menjawab karena tahu suaranya bisa bergetar kalau dipaksa bicara sekarang. Ia memilih menatap air yang bergerak pelan sambil berusaha mengatur napas.
Angin malam bertiup lembut dan beberapa helai rambut jatuh ke pipinya. Zev mengangkat tangan, lalu berhenti sesaat seolah memberi kesempatan kalau Airel ingin menghindar. Saat perempuan itu diam, ia menyelipkan rambut tersebut ke bel…
Penantian 7 Tahun
BAB 72 - Pengakuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments