Sore turun perlahan di sekitar kampus, membawa cahaya jingga yang menempel di dinding-dinding gedung tua dan aspal halaman yang sejak pagi ramai diinjak banyak orang. Festival tahunan hampir selesai. Tenda mulai dibongkar satu per satu, musik dari panggung utama dimatikan, dan mahasiswa yang sejak siang memenuhi area kampus kini berangsur pulang sambil membawa poster, kardus, atau sisa makanan dari stand.
Di tengah suasana yang mulai lengang itu, Raveon Arshen melangkah santai melewati gerbang samping sambil membawa paper bag berisi dua gelas kopi dingin. Langkahnya tidak terburu-buru, tetapi jelas terarah. Ia datang bukan karena ada urusan penting atau karena diminta siapa pun. Ia hanya tahu Airel menjaga stand sejak siang, dan pengalaman bertahun-tahun mengajarinya satu hal sederhana, jika Airel terlalu sibuk, ia akan lupa makan lalu pura-pura baik-baik saja.
Rave mengangkat paper bag sedikit sambil mendecak pelan. “Kalau gue setia begini, minimal dibalas traktir seumur hidup,” gumamnya sendiri. Angin sore meniup rambut depannya hingga menutupi mata. Ia menepisnya malas, lalu menyeberang ke arah lapangan utama dengan pandangan sibuk mencari satu sosok yang sudah terlalu dikenalnya.
Matanya menyisir sisa keramaian, melewati panitia yang sedang menggulung kabel, mahasiswa yang berfoto terakhir kali di depan backdrop acara, dan penjaga stand yang mulai menutup meja dagangan. Namun orang yang ia cari belum terlihat. Sebelum sempat berjalan lebih jauh, pandangannya justru berhenti pada seseorang yang berdiri di dekat panggung.
Seorang pria tinggi sedang menurunkan kamera dari lehernya. Jaket hitam digantung di satu bahu, lengan kemeja abu digulung sampai siku, rambutnya sedikit berantakan oleh angin. Wajahnya tenang dengan ekspresi datar yang nyaris sulit dibaca. Ia berbicara singkat dengan panitia lain lalu menerima beberapa lembar kertas seolah terbiasa berada di tengah keramaian tanpa benar-benar menjadi bagian darinya.
Rave melambat.
Tidak ada yang aneh seharusnya.…
Penantian 7 Tahun
BAB 34 - Rave Tidak Tenang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments