Malam di taman kota berubah menjadi ruang sempit yang menyesakkan, meski tak ada satu pun benda di sekitarnya yang bergeser. Lampu-lampu di tepi danau masih menyala tenang, air tetap beriak pelan, dan angin bergerak ringan melewati dedaunan basah sisa hujan sore tadi. Namun bagi Airel, semua itu seperti pemandangan asing yang dilihat dari balik kaca tebal. Dunia tetap berjalan biasa, sementara hidupnya seperti baru saja didorong ke tepi jurang tanpa peringatan.
Zev berdiri beberapa langkah di depannya sambil menahan kepala dengan satu tangan. Napas laki-laki itu berat dan tidak teratur, bahunya naik turun seolah sedang menahan sakit yang datang bergelombang. Wajahnya pucat, garis rahangnya menegang, sementara tatapannya kabur seperti orang yang sedang berusaha berdiri di tengah badai yang hanya ia rasakan sendiri.
Di sisi lain, Rave berdiri dengan map cokelat kusut di tangan. Rambutnya berantakan, kemejanya lembap oleh keringat, dan wajahnya tampak lelah seperti seseorang yang berlari terlalu jauh membawa kabar yang tidak ingin ia sampaikan. Matanya merah, bukan hanya karena panik, tetapi juga karena rasa bersalah yang terlalu jelas untuk disembunyikan.
Airel menatap mereka bergantian. Dadanya naik turun cepat, telapak tangannya dingin, dan kepalanya penuh suara yang saling bertabrakan.
“Aku mau tahu sekarang,” katanya lirih, tetapi tegas. “Enggak ada lagi yang ditutupin.”
Rave memejamkan mata sebentar. Jarinya meremas map itu sampai sudut kertas melengkung, seolah benda sederhana itu lebih berat daripada seharusnya. Saat ia membuka mata lagi, sorotnya dipenuhi rasa bersalah yang nyaris membuat Airel ikut sesak.
“Nama di dokumen itu...” suaranya serak karena terlalu banyak menelan kata-kata sendiri. “Nama anak yang hilang tujuh tahun lalu.”
Ia berhenti sejenak, menelan ludah dengan susah payah.
“Adalah Kaizan Arvendra.”
Udara di sekitar Airel seperti mendadak kosong. Nama itu menghantam sesuatu yang terkunci rapat di dalam kepalanya, memecah pintu yang selama ini ta…
Penantian 7 Tahun
BAB 74 - Nama Asli
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments