Rumah itu masih sama seperti yang diceritakan orang-orang kepadanya, tetapi rasa yang seharusnya ikut hadir tidak datang bersamaan. Cat dindingnya masih bersih meski sudah mulai kusam di beberapa sudut, aroma kayu tua bercampur dengan wangi masakan yang samar dari dapur, dan susunan ruangannya terasa rapi tanpa banyak perubahan. Semua terlihat utuh, hanya saja Zev berdiri di tengahnya seperti tamu yang belum tahu harus menaruh langkah berikutnya.
Ia berhenti cukup lama di ambang pintu ruang tamu, tangannya sempat menyentuh gagang pintu sebelum benar-benar masuk. Ada dorongan untuk maju, tetapi juga ada sesuatu yang menahannya, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan dengan logika. Tempat ini seharusnya bagian dari hidupnya, tetapi tubuhnya tidak mengenali itu sebagai hal yang akrab.
“Masuk saja,” suara lembut itu kembali terdengar dari dalam, tidak memaksa tetapi juga tidak ragu.
Zev menoleh, lalu mengangguk kecil. Ia melangkah masuk dengan hati-hati, seperti seseorang yang takut membuat kesalahan di tempat yang seharusnya ia kenal. Ibunda Airel berdiri tidak jauh dari sofa, wajahnya berusaha tenang meski sorot matanya menunjukkan banyak hal yang belum terselesaikan.
Langkah Zev berhenti di tengah ruangan. Ia tidak langsung duduk, hanya berdiri sebentar sambil memperhatikan sekelilingnya. Foto keluarga di dinding menarik perhatiannya, tetapi ia belum berani mendekat. Ada rasa ganjil saat melihat sesuatu yang mungkin berkaitan dengan dirinya, tetapi tidak terasa miliknya.
Ia akhirnya duduk di sofa dengan posisi tegak, tangan bertaut di atas lutut, mencoba menjaga dirinya tetap tenang. Ibunda Airel duduk di seberangnya, menjaga jarak yang sopan, seolah tidak ingin membuatnya semakin canggung.
Beberapa detik berlalu tanpa percakapan. Suasana tidak benar-benar hening, tetapi terasa penuh oleh hal-hal yang tidak diucapkan. Mereka berdua seperti sedang mencari cara untuk memulai sesuatu yang tidak pernah mereka latih sebelumnya.
“Apa kamu sudah makan?” tanyanya akhirnya.
Zev…
Penantian 7 Tahun
BAB 85 - Rumah Yang Tak Hangat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments