Sore itu kota dipenuhi cahaya keemasan menjelang senja. Matahari turun perlahan di balik gedung-gedung tinggi, memantulkan warna hangat pada kaca jendela perkantoran dan membuat jalanan tampak lebih tenang dari biasanya. Udara masih ramai oleh suara kendaraan pulang kerja, klakson sesekali terdengar, dan orang-orang berjalan cepat dengan wajah lelah yang ingin segera sampai rumah.
Rave keluar dari gedung kantornya sambil melonggarkan dasi dan memeriksa ponsel. Hari itu rapat berlangsung terlalu panjang, kepalanya penuh angka, laporan, dan suara orang yang saling memotong pembicaraan. Ia hanya ingin membeli kopi dingin, pulang, lalu diam beberapa jam tanpa diganggu siapa pun.
Namun langkahnya berhenti begitu mencapai trotoar depan gedung.
Di seberang jalan, tepat di depan toko bunga kecil dengan pot-pot mawar yang digantung di pintu kaca, Airel sedang berdiri sambil tertawa.
Bukan senyum tipis yang biasa ia pakai saat berusaha sopan. Bukan pula ekspresi tenang yang selama bertahun-tahun ia gunakan untuk menutupi ruang kosong di dalam dirinya. Kali ini Airel tertawa lepas, kepala sedikit menunduk, mata menyipit, dan tangannya memukul lengan seseorang di depannya seolah sedang protes setengah bercanda.
Zev.
Pria itu memegang dua gelas minuman sambil menatap Airel dengan sudut bibir terangkat. Bahunya terlihat santai, tidak setegang saat pertama kali Rave bertemu dengannya. Wajah yang dulu terasa sulit didekati kini tampak jauh lebih ringan.
Rave berdiri diam beberapa saat. Lampu lalu lintas berganti hijau, orang-orang mulai menyeberang, tetapi ia tetap di tempat. Pandangannya tak lepas dari dua orang di seberang sana.
Airel mengambil salah satu gelas dari tangan Zev. Sedotan yang menempel jatuh ke lantai, lalu Zev spontan membungkuk mengambilnya dan mengganti dengan yang baru dari saku tas kertas yang ia bawa. Gerakan itu terlalu cepat dan terlalu terbiasa untuk seseorang yang katanya baru dekat.
Airel menerima gelas itu tanpa merasa aneh. Ia menatap Zev seolah hal sem…
Penantian 7 Tahun
BAB 48 - Memilih Untuk Diam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments