Siang bergeser perlahan, tetapi Airel masih duduk di ruang tamu dengan dokumen tua itu di pangkuannya. Cahaya dari jendela depan sudah berubah lebih miring, menimpa lantai keramik dan membentuk garis panjang yang pelan-pelan bergeser. Namun ia nyaris tidak menyadari waktu berjalan.
Rave sudah pulang hampir satu jam lalu. Ia sempat menawarkan tinggal menemani, membuat teh baru, atau sekadar duduk diam di dekatnya, tetapi Airel menolak dengan halus. Bukan karena ingin sendiri, melainkan karena isi kepalanya terlalu penuh untuk menerima kehadiran siapa pun.
Di atas meja masih ada gelas teh yang dibuat ibunya sejak pagi. Permukaannya sudah dingin, uapnya lama hilang, dan warnanya menggelap karena dibiarkan terlalu lama. Sama seperti ketenangan yang semula ia miliki.
Matanya kembali jatuh pada lembar laporan anak hilang itu. Kertas kusam, sudut sedikit sobek, tinta memudar, cap lembaga nyaris tak terlihat jika tidak diperhatikan baik-baik. Namun satu hal tetap tajam seperti baru ditulis beberapa menit lalu.
Nama.
Nama itu terasa akrab dengan cara yang sulit dijelaskan. Bukan seperti mengenal seseorang secara utuh, melainkan seperti pernah mendengarnya dari kejauhan, lama sekali, di masa yang nyaris tenggelam. Suara samar yang pernah lewat di telinga seorang anak kecil, lalu terkubur bertahun-tahun.
Airel membaca nama itu sekali lagi. Setelah itu ia mengulanginya pelan di dalam hati, seolah bunyi huruf-huruf tersebut bisa membuka pintu yang macet di kepalanya. Semakin dibaca, dadanya justru semakin sesak.
Ia menempelkan ujung jari ke tulisan tersebut. Gestur itu terasa konyol, tetapi saat ini ia ingin mencoba apa saja.
“Aku pernah dengar...” bisiknya.
Tapi di mana.
Di taman kecil itu. Di rumah lama. Di hari hujan ketika seseorang berjanji akan kembali. Atau mungkin diucapkan ibunya saat ia terlalu kecil untuk mengerti.
Airel memejamkan mata dan memaksa dirinya mengingat. Potongan masa kecil yang selama ini hanya datang sebagai rasa mulai bergerak lebih jelas. Bukan gambar…
Penantian 7 Tahun
BAB 61 - Nama Yang Tidak Asing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments