Sore itu langit menggantung kelabu di atas kota, menahan hujan yang sejak siang belum benar-benar turun. Dari jendela ruang kerjanya di lantai delapan, Airel melihat arus kendaraan mulai padat dan lampu-lampu jalan menyala satu per satu. Orang-orang bergegas pulang, sementara ia masih berdiri diam dengan pikiran yang sejak pagi tidak menemukan tenang.
Ponselnya tergeletak di meja kerja. Layar beberapa kali menyala, lalu redup kembali karena pesan yang tidak ia sentuh. Ia sudah tahu siapa pengirimnya bahkan sebelum membaca.
Nama Zev muncul lagi.
Aku di bawah.
Hanya dua kata. Singkat, datar, dan sangat khas dirinya. Seolah beberapa hari yang penuh jarak, pesan dingin, dan kebingungan panjang bisa selesai hanya karena ia datang berdiri di depan gedung.
Airel menatap pesan itu cukup lama. Jemarinya sempat bergerak hendak membalas, lalu berhenti di tengah jalan. Biasanya ia akan turun. Biasanya ia akan memberi ruang, mendengar penjelasan setengah jadi, lalu pulang dengan hati yang tetap penuh tanda tanya.
Hari ini ia lelah menjadi orang yang selalu memahami.
Ia memasukkan laptop ke tas, mematikan lampu meja, lalu keluar dari ruangan tanpa menjawab pesan itu. Lorong kantor mulai sepi. Beberapa rekan kerja menyapanya sambil lalu, namun Airel hanya membalas dengan senyum tipis.
Di dalam lift, angka lantai turun perlahan. Pantulan wajahnya di dinding logam tampak tenang, tetapi dadanya terasa sesak. Ada marah, ada rindu, ada kecewa yang lama menumpuk dan belum pernah benar-benar keluar.
Saat pintu lobi terbuka, Zev berdiri di dekat pilar marmer dengan kemeja hitam dan lengan digulung sampai siku. Wajahnya terlihat lelah, seperti kurang tidur beberapa malam. Begitu melihat Airel, sorot matanya berubah sedikit lega.
“Rel.”
Nada rendah itu masih punya efek yang sama. Hangat dan mengganggu ketenangan dalam waktu bersamaan. Namun kali ini yang lebih dulu muncul bukan rasa lunak.
“Ngapain ke sini?” tanya Airel datar.
Zev menatapnya beberapa detik sebelum menjawab. “Mau ngomong.”
“…
Penantian 7 Tahun
BAB 67 - Pertengkaran Yang Jujur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments