Pagi datang tanpa kabar dari Airel, dan rumah itu terasa lebih dingin dari biasanya. Cahaya matahari masuk dari sela tirai, jatuh tipis di lantai ruang tengah, tetapi tidak membawa kehangatan apa pun. Suasana di dalam rumah justru seperti tertahan, seolah setiap sudut sedang menunggu sesuatu yang tidak kunjung datang.
Sejak subuh tidak ada suara dari lantai atas. Tidak ada langkah kaki ringan yang biasanya turun menuju dapur, tidak ada bunyi pintu kamar dibuka, tidak ada suara air mengalir dari kamar mandi. Hanya jam dinding yang berdetak pelan, terasa lebih keras karena seluruh rumah seperti menahan napas.
Rave duduk di sofa dengan tubuh sedikit membungkuk. Matanya merah, rambutnya berantakan, dan kaus yang ia pakai sejak kemarin belum diganti. Ia belum tidur sama sekali. Di meja depannya, dokumen yang semalam membuka semuanya masih tergeletak, beberapa lembar sudah terlipat tidak rapi karena berkali-kali ia pegang.
Ia tidak menyentuh kertas itu lagi. Namun kehadirannya tetap terasa seperti sesuatu yang mengawasi dari dekat.
Langkah pelan terdengar dari tangga.
Ibunda Airel turun dengan wajah pucat, satu tangan memegang pegangan tangga seolah butuh penopang. Mata perempuan itu bengkak, tetapi tangisnya seperti tertahan.
“Kamar Airel kosong.”
Rave langsung berdiri.
“Apa?”
“Kasurnya rapi,” lanjutnya dengan suara yang hampir tidak stabil. “Dia enggak ada di kamar mandi. Ponselnya juga enggak di sana.”
Rasa dingin menjalar cepat ke tengkuk Rave. Ia tidak menunggu lebih lama. Langkahnya cepat menaiki tangga, dua anak tangga dilewati sekaligus tanpa sadar.
Pintu kamar Airel terbuka setengah. Ia mendorongnya hingga terbuka lebar.
Ruangan itu memang kosong.
Udara di dalam terasa diam, seperti belum disentuh sejak beberapa waktu. Tempat tidur rapi, bantal tersusun, selimut dilipat. Lemari sedikit terbuka, beberapa hanger kosong terlihat di sisi kiri. Di meja belajar hanya ada buku catatan, pulpen, dan sebuah gelang kain biru yang diletakkan begitu saja.
Rave melangkah mende…
Penantian 7 Tahun
BAB 80 - Malam Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments