Pagi itu langit tampak pucat, seperti menahan hujan yang belum benar-benar jatuh. Cahaya matahari ada, tetapi tertutup lapisan awan tipis yang membuat kota terlihat lesu sejak awal hari.
Rave sudah berada di kantor sejak setengah tujuh, waktu yang bahkan terlalu pagi bagi kebiasaannya sendiri. Lorong luar masih lengang, beberapa lampu baru menyala, dan suara langkah orang nyaris belum terdengar dari area kerja lain. Ia duduk di balik meja besar dengan laptop terbuka di depan, tetapi isi layar hanya lewat di matanya tanpa benar-benar dibaca.
Sejak tiga hari terakhir, hidupnya bergerak di lingkaran yang sama. Menunggu surel balasan, menunggu panggilan masuk, menunggu satu hasil resmi yang diam-diam ia urus tanpa sepengetahuan siapa pun. Sesederhana menunggu, tetapi sanggup menguras tenaga lebih banyak daripada rapat seharian.
Di atas meja, ponselnya tergeletak dengan layar menghadap ke atas. Setiap kali menyala karena notifikasi promosi atau pesan pekerjaan biasa, dadanya ikut menegang sesaat lalu jatuh lagi karena kecewa. Ia sampai muak mendengar bunyi getar benda itu.
Rave menyandarkan punggung ke kursi dan memijat tengkuknya perlahan. Ia tidak tidur semalam, hanya memejamkan mata sambil berganti posisi di ranjang seperti orang yang sedang dihukum pikirannya sendiri.
Begitu matanya tertutup, yang muncul justru dua wajah bergantian. Airel dengan senyum yang mulai kembali setelah sekian lama menghilang. Zev dengan tatapan kosong yang selalu terasa menyimpan sesuatu yang belum selesai.
Dan di antara dua wajah itu, ada satu dugaan yang makin lama makin sulit disebut dugaan.
“Harusnya gue berhenti dari awal,” gumamnya pelan.
Namun bahkan kalimat itu terdengar palsu di telinganya sendiri. Ia tahu, kalau berhenti saat itu, rasa penasaran akan terus mengejar. Kalau melanjutkan seperti sekarang, ia justru dihantui kemungkinan jawaban.
Ponselnya bergetar lagi.
Rave langsung meraih benda itu terlalu cepat sampai hampir terlepas dari tangan. Napasnya tertahan ketika melihat nam…
Penantian 7 Tahun
BAB 69 - Hasil Yang Tak Ingin Dilihat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments