Pagi datang tanpa benar-benar membawa terang ke rumah lama keluarga Airel. Langit di luar jendela berwarna kelabu pucat, seolah matahari memilih bersembunyi di balik sisa hujan semalam. Udara lembap masuk dari celah ventilasi bersama aroma tanah basah dan daun yang masih menetes di halaman. Jam dinding menunjukkan hampir pukul tujuh, tetapi ruangan itu tetap terasa seperti bagian dari malam yang belum selesai.
Airel duduk di sofa ruang tengah dengan tubuh kaku sejak beberapa jam lalu. Matanya bengkak karena menangis terlalu lama, bibirnya pucat, dan rambutnya jatuh berantakan di bahu tanpa sempat dirapikan. Di tangannya masih tergenggam foto lama yang sudutnya mulai lecek karena terus diremas sejak dini hari. Sesekali ibu jarinya bergerak menyapu wajah anak laki-laki dalam foto itu, lalu berhenti seolah sentuhan sekecil itu pun menyakitkan.
Di meja depan, tumpukan dokumen terbuka dalam keadaan berantakan. Laporan kehilangan, salinan catatan sipil, foto keluarga usang, dan berkas rumah sakit tersebar seperti potongan hidup yang disusun terlalu terlambat. Setiap lembar membawa jawaban, tetapi tak satu pun terasa menenangkan.
Rave berdiri di dekat jendela sambil menatap halaman kosong. Kedua tangannya masuk ke saku celana, lalu keluar lagi beberapa menit kemudian karena ia tak bisa diam. Beberapa kali ia mengusap wajah dengan telapak tangan kasar, mencoba mengusir lelah yang menempel di matanya. Ia juga belum tidur sama sekali. Sejak dini hari, pikirannya terus berputar pada pertanyaan yang sama, bagaimana menyelamatkan Airel dari kenyataan yang telanjur terbuka.
Tak ada yang bicara cukup lama. Hanya bunyi jam dinding dan sesekali suara kendaraan jauh dari jalan utama. Rumah tua itu seperti ikut menahan napas.
Pintu depan berbunyi.
Suara itu memotong keheningan begitu tajam sampai Airel tersentak kecil. Rave menoleh cepat, rahangnya langsung mengeras seolah ia sudah tahu siapa yang datang. Langkah kaki terdengar mendekat melewati lorong, lalu sosok Zev muncul di ambang…
Penantian 7 Tahun
BAB 76 - Saudara Kandung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments