Pagi itu Airel menatap layar ponselnya lebih lama dari biasanya. Cahaya dari layar yang menyala redup memantul di wajahnya yang masih pucat karena kurang tidur. Percakapan terakhir dengan Zev tetap terbuka, pesan semalam hanya dibaca tanpa balasan, seolah kata-kata yang ia kirim menggantung di udara tanpa tempat mendarat.
Dua hari lalu laki-laki itu masih datang menemuinya di taman lama. Mereka duduk di bangku basah yang mulai berkarat, berbicara pelan di bawah langit mendung, saling mengaku sama-sama dihantui masa lalu yang belum jelas bentuknya. Zev bahkan sempat menatapnya lama seperti ingin mengatakan sesuatu yang lebih besar, namun akhirnya hanya diam.
Kini semuanya kembali sunyi.
Airel meletakkan ponsel di meja kerja dan berusaha memusatkan perhatian pada tumpukan berkas di hadapannya. Angka, catatan, dan tabel yang biasanya bisa menenangkan justru tampak seperti garis-garis tak bermakna pagi itu. Setiap beberapa menit matanya kembali melirik layar yang tetap gelap, berharap ada getaran kecil atau notifikasi baru.
Tidak ada pesan.
Tidak ada panggilan.
Ia menghela napas pelan lalu menyandarkan tubuh ke kursi. Mungkin Zev sedang sibuk. Mungkin kepalanya sakit lagi. Mungkin ia hanya butuh waktu sendiri untuk merapikan pikirannya.
Airel memberi alasan satu per satu, seperti orang yang sibuk menutup retakan di dinding dengan kertas tipis. Namun jauh di dasar hatinya, ada rasa yang sudah ia kenal terlalu lama. Perasaan ditinggalkan tanpa penjelasan.
Ia benci mengenali rasa itu.
Dulu ia menunggu bertahun-tahun tanpa tahu seseorang akan kembali atau tidak. Kini ia kembali berdiri di tempat yang hampir sama, hanya bentuk sepinya berbeda. Bedanya kali ini ia cukup dewasa untuk marah, bukan hanya diam menunggu.
Ia mencoba bekerja lagi, tetapi pikirannya terus mengembara. Tangan Zev yang sempat menggenggam pergelangannya malam itu. Tatapan lelah saat ia mengaku takut pada masa lalunya sendiri. Cara laki-laki itu terlihat ingin mendekat, lalu selalu mundur beberapa langkah…
Penantian 7 Tahun
BAB 66 - Zev Menjauh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments