Hujan turun tipis ketika Raveon Arshen sampai di depan rumah Airel. Bukan hujan deras yang gaduh dan memaksa orang berlari mencari tempat berteduh, melainkan gerimis panjang yang jatuh sabar, membuat udara malam terasa lebih dingin dan jalanan memantulkan cahaya lampu seperti kaca basah.
Lampu teras rumah kecil itu menyala redup. Pot tanaman di sisi pintu tampak basah, dedaunannya menunduk karena air. Tirai jendela ruang tamu tertutup setengah, menyisakan garis cahaya hangat dari dalam rumah.
Rave mematikan mesin motor, lalu tetap duduk beberapa detik tanpa bergerak. Suara mesin yang hilang digantikan bunyi rintik air di helm dan atap seng tetangga.
Tangannya masuk ke saku jaket, menyentuh tepi foto lama yang sejak tadi ia bawa. Kertas itu terasa aneh, ringan sebagai benda, tetapi berat sebagai isi. Sejak menemukannya, pikirannya tak pernah benar-benar tenang.
Ia sudah berkali-kali berniat langsung menunjukkan semuanya pada Airel. Mengeluarkan foto itu, menaruhnya di meja, lalu mengatakan bahwa Zev kemungkinan besar adalah Reyan. Mengatakan bahwa penantian tujuh tahun yang selama ini terasa seperti cerita lama mungkin sudah selesai tanpa Airel sadari.
Namun semakin dekat ke rumah ini, semakin kuat keraguannya. Kebenaran yang datang di waktu salah kadang sama berbahayanya dengan kebohongan. Jika ia bicara sekarang, saat Airel sedang rapuh dan Zev sedang kacau, semuanya bisa berubah menjadi ledakan yang tak bisa ditarik kembali.
Rave mengembuskan napas panjang, turun dari motor, lalu menekan bel.
Tak lama kemudian pintu terbuka.
Airel berdiri di sana mengenakan sweater longgar warna abu-abu dan celana rumah sederhana. Rambutnya diikat asal, beberapa helai jatuh di sisi wajah. Matanya sembap meski jelas sudah dicuci berkali-kali.
Ia tetap berusaha tersenyum.
“Kamu cepet banget.”
“Aku ngebut.”
“Keliatan.”
Biasanya Rave akan menimpali dengan candaan bodoh atau mengeluh minta pujian karena datang secepat kilat. Malam ini ia hanya menatap Airel cukup lama sampai gadis itu…
Penantian 7 Tahun
BAB 40 - Peringatan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments