Pagi datang bersama langit kelabu yang menggantung rendah di atas kota. Cahaya matahari tertahan awan tebal sehingga kamar Airel hanya dipenuhi terang pucat yang dingin. Udara menempel di kaca jendela, tetapi isi kepalanya jauh lebih riuh daripada cuaca di luar sana.
Ia hampir tidak tidur semalaman. Setiap kali memejamkan mata, foto lama itu muncul lagi, disusul nama keluarga Hale, wajah Zev di depan rumah kosong, dan tatapan Rave yang beberapa hari terakhir selalu terlihat seperti menyimpan beban. Semua potongan itu terasa saling terkait, hanya saja ada tangan tak terlihat yang sengaja menahan bagian terpentingnya.
Dan orang yang paling jelas melakukan itu adalah Rave.
Airel duduk di tepi ranjang sambil menatap ponsel di tangannya. Nama Rave sudah terbuka di layar sejak beberapa menit lalu, namun ia belum juga menekan tombol panggil. Ia tahu laki-laki itu akan menjawab, karena Rave hampir selalu menjawab saat dirinya membutuhkan sesuatu.
Namun pagi ini ia tidak ingin bicara lewat sambungan suara. Ia ingin melihat wajahnya. Ia ingin melihat mata yang selama ini terlalu pandai menyembunyikan isi kepala.
Airel bangkit, mengganti pakaian seadanya, lalu keluar rumah tanpa banyak bicara pada ibunya. Wanita itu sempat bertanya mau ke mana, tetapi Airel hanya menjawab singkat bahwa ia ada urusan sebentar. Ia tidak sanggup menerima pertanyaan lain pagi ini.
Di perjalanan, gerimis tipis mulai turun. Jalanan tampak buram di balik kaca mobil daring yang ditumpanginya, lampu kendaraan memantul di aspal basah seperti garis-garis panjang yang goyah. Kota terlihat biasa, sementara hidupnya terasa sedang bergeser ke arah yang sama sekali asing.
Kafe tempat Rave bekerja sambilan belum terlalu ramai saat Airel datang. Aroma kopi hangat menyambut dari balik pintu kaca, disusul suara mesin espresso dan musik pelan yang mengalun santai. Suasana itu bertolak belakang dengan detak jantung Airel yang terus menghantam dadanya.
Rave sedang berdiri di balik meja kasir sambil mencatat pesanan.…
Penantian 7 Tahun
BAB 62 - Rave Menahan Ucapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments