Pagi datang dengan langit kelabu dan udara lembap sisa hujan semalam. Jalan menuju kampus masih menyimpan genangan tipis di beberapa sisi, sementara daun-daun di sepanjang trotoar tampak lebih hijau setelah diguyur semalaman. Airel Virellia berjalan sambil memeluk map di dada, langkahnya rapi seperti biasa, tetapi pikirannya berantakan sejak membuka mata.
Ia tidur terlalu larut setelah mengobrol dengan Zevarion Hale. Percakapan mereka singkat dan sederhana, namun justru kalimat-kalimat kecil itu terus berputar di kepalanya sampai lewat tengah malam. Saat bangun pagi, rasa kantuk masih tersisa, begitu juga semua hal yang belum selesai di dalam hati.
Semalam ia akhirnya jujur pada dirinya sendiri. Tentang penantian yang sudah terlalu lama ia rawat, tentang wajah masa kecil yang mulai kabur, dan tentang seseorang yang kini hadir terlalu nyata untuk diabaikan. Dua rasa itu bercampur seperti hujan dan kabut, sulit dibedakan mana yang datang lebih dulu.
Kalista yang berjalan di sampingnya melirik beberapa kali. Temannya itu terlalu mengenal kebiasaan Airel untuk tidak sadar ada yang berubah.
“Kamu kenapa?”
“Kenapa apanya?”
“Wajah kamu kayak orang habis baca ending sedih.”
Airel menghela napas sambil menatap gerbang kampus di depan.
“Aku cuma kurang tidur.”
“Kurang tidur karena tugas atau karena chat?”
Airel menoleh datar.
“Kalista.”
“Iya?”
“Diam itu juga bentuk kasih sayang.”
Kalista tertawa puas dan merangkul lengannya sebentar.
“Berarti aku sayang banget sama kamu. Soalnya aku sering diam kalau kamu nyebelin.”
Mereka masuk ke gedung fakultas bersama arus mahasiswa lain. Suasana pagi cukup ramai, suara langkah kaki bercampur obrolan setengah sadar orang-orang yang masih mengantuk. Airel berusaha menenangkan isi kepalanya dengan memikirkan hal sederhana seperti jadwal kelas, tugas mingguan, dan daftar buku yang harus ia rapikan nanti sore di toko.
Sayangnya, pikirannya punya rencana lain.
Begitu masuk kelas dan duduk di tempat biasa, matanya langsung bergerak ke sisi kana…
Penantian 7 Tahun
BAB 30 - Perasaan Nyata
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments