Malam itu kota turun dalam bentuk hujan tipis yang sabar dan panjang. Bukan hujan deras yang berisik, melainkan rintik halus yang menempel di kaca jendela kafe dan membuat pemandangan luar tampak kabur. Lampu jalan berubah menjadi bulatan-bulatan cahaya buram, kendaraan lewat meninggalkan garis memanjang, sementara musik pelan dari speaker membuat ruangan terasa lebih hangat dari cuaca di luar.
Airel dan Zev duduk berhadapan di meja dekat jendela. Mereka baru selesai makan malam sederhana yang awalnya bahkan tidak direncanakan. Zev menjemput Airel selepas kelas sore, lalu hanya berkata ia lapar. Kalimat singkat itu seperti biasa berubah menjadi dua jam kebersamaan yang berjalan tanpa terasa.
Airel memegang cangkir cokelat hangat dengan kedua tangan. Uap tipis naik ke wajahnya, membawa aroma manis yang menenangkan. Dari balik bibir cangkir, ia diam-diam memperhatikan pria di depannya.
Zev sedang menggulung lengan kemejanya sedikit lebih tinggi. Gerakannya tenang, rapi, seperti banyak hal lain yang selalu ia lakukan tanpa tergesa. Setelah itu ia menyesap kopi pahit yang hampir selalu dipesannya, lalu menyandarkan punggung ke kursi.
Wajah pria itu terlihat lelah malam ini. Ada bayangan tipis di bawah mata dan garis tegang yang baru mengendur saat ia duduk bersama Airel. Belakangan ini, momen-momen seperti itu sering membuat Airel lupa bahwa hidup mereka belum benar-benar tenang.
Ia lupa bahwa nama Zev mungkin bukan nama yang selama ini ia tunggu. Ia lupa bahwa tujuh tahun penantian belum pernah mendapat jawaban yang jelas. Ia lupa bahwa di balik semua tawa kecil dan kebiasaan baru, ada masa lalu yang masih tertutup rapat.
“Kenapa lihat aku terus?”
Suara Zev membuat Airel tersadar dari lamunannya.
“Aku enggak lihat.”
“Kamu lihat.”
“Aku lagi mikir.”
“Mikirin aku?”
“Pede.”
Sudut bibir Zev terangkat tipis.
“Aku belajar dari kamu.”
Airel memutar mata, lalu sengaja mengalihkan pandangan ke jendela. Namun senyum kecil yang sempat muncul tetap sulit disembunyikan.
Hujan selalu…
Penantian 7 Tahun
BAB 45 - Rahasia Kecil Airel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments