Seharusnya Airel bisa tidur dengan tenang malam itu. Setelah semua yang terjadi di taman, setelah ucapan Zev yang masih berputar di kepala, setelah bahunya yang sempat menjadi tempat bersandar, mestinya hati yang lama kosong itu terasa penuh dan damai. Namun sejak merebahkan diri di ranjang, justru ada kegelisahan yang tak mau pergi.
Kamar sudah gelap sejak satu jam lalu. Hanya cahaya lampu jalan dari luar jendela yang menembus sela tirai, membentuk garis pucat di dinding dan lantai. Suasana rumah tenang, sesekali terdengar suara kendaraan jauh di luar kompleks, tetapi di dalam dada Airel semuanya terasa terlalu ramai.
Ponselnya tergeletak di samping bantal. Layar masih menampilkan percakapan terakhir dengan Zev yang berkali-kali ia buka lalu tutup lagi sejak pulang tadi.
Sampai rumah kabari.
Ia tersenyum tipis saat mengingat bagaimana cepatnya Zev membalas setelah dirinya menjawab. Beberapa detik setelah pesan itu terkirim, muncul kalimat lain yang sederhana, tetapi mampu membuat wajahnya panas sendirian.
Tidur yang nyenyak, Rel.
Tadi sore kalimat itu terasa manis. Sekarang justru menjadi pengingat bahwa ada seseorang yang tiba-tiba sangat berarti dalam hidupnya, dan kesadaran itu membawa rasa takut yang sulit dijelaskan.
Airel membalik tubuh, menatap langit-langit kamar dengan mata terbuka lebar. Ia mencoba memejam, menghitung napas, memaksa pikirannya kosong, tetapi bayangan Zev datang terus-menerus. Tatapan pria itu saat mengatakan bahwa ia merasa juga menunggu. Ujung jarinya yang menyeka air mata Airel dengan canggung. Suara rendahnya yang terdengar lebih jujur dari biasanya.
Semua indah. Semua tepat seperti hal yang selama ini diam-diam ia harapkan. Namun justru karena terlalu tepat, ia merasa cemas.
“Kenapa aku malah begini...” bisiknya pelan.
Ia bangun dan duduk di tepi ranjang sambil memeluk lutut. Sejak kecil, Airel mengenal perasaan semacam ini. Insting yang datang tanpa alasan jelas, seperti angin dingin yang lebih dulu muncul sebelum hujan turun. Kadang…
Penantian 7 Tahun
BAB 51 - Ketakutan Yang Terukir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments