Perubahan paling menyakitkan sering datang tanpa suara. Ia tidak selalu muncul lewat pertengkaran besar, pintu yang dibanting, atau kalimat perpisahan yang jelas arahnya. Kadang ia hadir dari hal-hal kecil yang pelan-pelan menghilang, sampai seseorang sadar bahwa yang dulu terasa dekat kini tak lagi bisa disentuh.
Itulah yang mulai dirasakan Airel Virellia beberapa hari terakhir. Dari luar, hidupnya masih berjalan seperti biasa. Ia tetap datang ke kampus, tetap duduk di kelas yang sama, tetap bekerja di toko buku pada jam yang sama, tetap pulang melewati halte yang sama. Namun ada sesuatu yang bergeser, dan ia merasakannya di hampir setiap sela hari.
Awalnya hanya pesan yang datang lebih lambat. Dulu Zev sering membalas dalam hitungan menit, kadang bahkan sebelum Airel selesai menaruh ponsel ke meja. Kini satu pesan bisa menunggu berjam-jam, lalu datang dengan jawaban pendek yang nyaris tak punya ruang untuk diteruskan.
Aku udah sampai rumah.
Oke.
Makan belum?
Sudah.
Besok kelas jam berapa?
Pagi.
Jawaban itu rapi, sopan, dan dingin. Tidak ada pertanyaan balik. Tidak ada godaan kecil yang dulu selalu diselipkan seolah sengaja membuat hari terasa lebih hangat. Tidak ada tanda bahwa orang di seberang sana sedang benar-benar hadir.
Airel mencoba memaklumi. Ia memberi banyak alasan sebelum memberi satu kesimpulan. Mungkin Zev sibuk. Mungkin ada urusan keluarga. Mungkin tugas menumpuk. Mungkin sedang lelah. Mungkin sedang tidak ingin bicara dengan siapa pun.
Ia terus menumpuk kemungkinan agar tidak menyentuh satu jawaban yang paling menakutkan. Zev sedang menjauh.
Di kampus, perubahan itu terasa lebih jelas. Dulu Zev selalu muncul entah dari mana, seperti orang yang hafal jadwal hidupnya tanpa perlu bertanya. Kadang ia sudah berdiri di depan kelas sambil membawa dua kopi. Kadang ia muncul di perpustakaan dengan alasan mencari buku yang tidak pernah benar-benar dicari. Kadang ia sudah ada di halte saat sore, seolah kebetulan selalu memilih jam yang sama.
Sekarang kursi seb…
Penantian 7 Tahun
BAB 35 - Jarak Mendadak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments