Malam di apartemen Zevarion Hale selalu terasa terlalu tenang, seolah suara dari luar berhenti sebelum sempat masuk ke dalam. Unit di lantai dua belas itu rapi, dingin, dan hampir tanpa jejak kehidupan selain rak buku setengah penuh, laptop kerja di meja makan, serta tanaman kecil dekat jendela yang bertahan hidup dengan cara menyedihkan. Tempat itu cocok dengan dirinya beberapa tahun terakhir, teratur, bersih, dan tidak menuntut banyak perasaan dari siapa pun yang tinggal di sana.
Ia baru pulang lewat pukul sembilan malam. Jas abu gelap dilempar ke sandaran sofa, kunci mobil diletakkan sembarang di meja, lalu ia berdiri cukup lama di dapur sambil menatap gelas kosong seperti benda itu bisa memberi jawaban. Lampu gantung di atas meja makan memantulkan bayangan pucat di lantai, sementara kepalanya terasa berat sejak sore tadi.
Bukan karena pekerjaan.
Bukan karena rapat yang molor.
Semua itu masih mudah dihadapi dibanding satu pesan singkat yang sejak siang terus terbuka di ponselnya.
Kalau kamu memang mau jauh, bilang aja.
Ia sudah membaca kalimat itu berkali-kali. Setiap kali dibaca, dadanya terasa tertarik ke dua arah yang berbeda. Satu sisi ingin segera menjawab, menjelaskan semuanya, dan meminta Airel menunggu sedikit lebih lama. Sisi lain memilih diam karena ia sendiri tidak yakin apa yang harus dijelaskan.
Karena kenyataannya memang rumit.
Ia memang menjaga jarak beberapa hari terakhir. Ia membalas pesan seperlunya, menghindari terlalu lama berada di dekat Airel, dan sengaja menahan diri untuk tidak muncul sesering biasanya. Namun itu bukan karena bosan, bukan karena berubah hati, apalagi karena ingin pergi.
Justru sebaliknya.
Semakin dekat dengan Airel, semakin kacau sesuatu di dalam dirinya.
Ingatan.
Awalnya hanya hal-hal kecil yang datang tanpa urutan. Bau tanah basah setelah hujan. Taman dengan pagar besi hijau yang catnya mengelupas. Suara anak kecil tertawa lalu menangis. Perasaan harus menjaga seseorang meski dirinya sendiri belum aman. Potongan-potongan…
Penantian 7 Tahun
BAB 36 - Kenangan Yang Tersentak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments