Beberapa hari terakhir, Zev mulai membenci suara hujan dengan alasan yang tak mampu ia jelaskan kepada siapa pun. Bukan karena udara menjadi dingin, bukan karena jalanan macet, dan bukan pula karena jadwal kantor sering berantakan saat cuaca buruk datang. Setiap kali titik-titik air menghantam kaca jendela, sesuatu di dalam kepalanya ikut pecah dan bergerak liar.
Awalnya hanya nyeri kecil seperti efek kurang tidur atau terlalu lama menatap layar. Namun beberapa menit kemudian rasa sakit itu berubah tajam, menusuk dari belakang mata lalu menjalar ke pelipis hingga tengkuk. Kadang pandangannya sempat kabur sepersekian detik, cukup untuk membuatnya menggenggam meja lebih erat.
Bersamaan dengan rasa sakit itu, potongan-potongan aneh datang tanpa izin dan tanpa urutan yang jelas. Langkah kaki kecil berlari di jalan basah, genangan air memantulkan lampu kuning, tangan mungil mencengkeram lengannya erat seolah takut ditinggal. Lalu tangis seseorang terdengar dekat sekali, diikuti suara perempuan berteriak dari kejauhan, setelah itu semuanya tenggelam dalam hening.
Zev berdiri di depan jendela ruang kerjanya sambil menekan pelipis dengan dua jari. Dari lantai tertinggi gedung kantor, kota terlihat kusam dan tertutup kabut tipis. Hujan turun sejak sore tanpa tanda akan reda, membuat kaca dipenuhi garis air yang terus berlari turun.
“Pak Zevarion?”
Suara sekretarisnya membuat ia menoleh cepat, sedikit lebih keras dari seharusnya. Wanita itu berdiri di ambang pintu sambil memegang tablet, wajahnya tampak ragu karena melihat ekspresi bosnya yang tidak biasa.
“Meeting dengan investor sudah siap, Pak.”
Zev menarik napas perlahan lalu merapikan kerah kemejanya.
“Saya turun lima menit lagi.”
Pintu kembali tertutup dan ruangan menjadi sunyi. Ia menatap pantulan dirinya di kaca, tetapi untuk sesaat wajah yang muncul di sana terasa asing. Nama Zevarion Hale selalu terdengar kuat, diwariskan dari keluarga besar, tercetak di kartu nama, laporan perusahaan, dan berita ekonomi. Namun akhi…
Penantian 7 Tahun
BAB 53 - Zev Yang Berubah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments