Malam turun perlahan di atas kota yang masih menyimpan sisa panas siang hari. Udara tidak benar-benar dingin, tetapi cukup membuat kulit terasa lebih peka terhadap sentuhan angin yang masuk dari celah jendela. Lampu-lampu jalan menyala satu per satu, menciptakan garis cahaya yang membelah gelap, sementara suara kendaraan mulai berkurang, menyisakan ritme yang lebih tenang dari siang tadi.
Airel duduk di dekat jendela kamar kecil yang ia sewa sementara, memeluk lututnya sendiri dengan posisi yang tidak banyak berubah sejak tadi. Tirai tipis di sampingnya bergerak pelan tertiup angin, sesekali menyentuh lengannya yang terasa dingin tanpa ia sadari. Pandangannya tertuju ke luar, tetapi tidak benar-benar melihat apa pun dengan jelas, seolah matanya hanya mengikuti cahaya tanpa memproses makna.
Ia sudah berada di tempat ini beberapa hari, cukup lama untuk mengenali suara-suara di sekitar, tetapi belum cukup untuk merasa akrab. Jalan di depan penginapan, suara motor yang lewat di jam tertentu, dan langkah kaki orang yang naik turun tangga mulai terasa familiar, namun tidak pernah benar-benar dekat. Semua tetap terasa seperti tempat singgah yang tidak punya hubungan dengan dirinya.
Jarak yang ia tempuh memang jauh dari rumah, jauh dari semua orang yang mengenalnya, dan jauh dari segala hal yang dulu terasa penting. Namun semakin ia mencoba meyakinkan diri bahwa ia sudah meninggalkan semuanya, semakin jelas bahwa yang ia hindari bukan tempat, melainkan sesuatu yang terus ia bawa. Pikirannya sendiri tidak pernah benar-benar diam.
Wajah itu kembali muncul tanpa diminta, seperti bayangan yang tahu kapan harus datang. Tatapan Zev yang dulu terasa menenangkan kini berubah menjadi sesuatu yang sulit ia hadapi. Bukan karena kebencian, melainkan karena perasaan itu tidak hilang, hanya berubah bentuk menjadi sesuatu yang tidak bisa ia terima.
Airel menutup matanya perlahan, berharap gelap bisa menahan semuanya, tetapi yang muncul justru lebih jelas dari sebelumnya. Potongan-potongan…
Penantian 7 Tahun
BAB 88 - Belajar Menyebut Keluarga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments