Senja turun pelan di taman belakang kampus dengan warna jingga pucat yang menempel di ujung langit. Daun-daun bergerak ringan diterpa angin sore, sementara suara kendaraan dari jalan raya terdengar samar seperti berasal dari tempat yang jauh. Bangku kayu di bawah pohon besar itu kini menjadi tempat yang sering mereka datangi tanpa pernah benar-benar direncanakan.
Airel Virellia duduk sambil memegang botol air dingin yang belum dibuka sejak tadi. Jarinya memainkan tutup botol secara perlahan, kebiasaan kecil yang muncul saat pikirannya sedang sibuk. Di sampingnya, Zevarion Hale menyandarkan siku pada sandaran bangku dan menatap lapangan kosong di depan dengan wajah setenang biasa.
Hari itu mereka sudah bicara banyak hal remeh yang tidak penting, tetapi justru terasa menyenangkan. Tentang dosen yang gemar memberi tugas kelompok lalu menghilang saat mahasiswa kebingungan. Tentang kopi kantin yang kadang enak, kadang terasa seperti air pahit. Tentang Kalista yang selalu bisa membaca situasi lebih cepat daripada siapa pun.
Tawa kecil sempat muncul beberapa kali, lalu mereda dengan sendirinya. Setelah itu suasana berubah tenang, bukan karena kehabisan topik, melainkan seperti ada ruang kosong yang menunggu diisi sesuatu yang lebih jujur. Hening di antara mereka kini tidak lagi terasa canggung.
Airel memutar tutup botol sekali lagi sebelum bicara.
“Kamu pernah ngerasa capek sama sesuatu yang bahkan belum selesai?”
Zev menoleh padanya. Tatapannya tidak menunjukkan kaget ataupun bingung. Ia hanya terlihat benar-benar mendengarkan.
“Sering.”
Airel tersenyum tipis.
“Jawaban kamu selalu singkat.”
“Karena pertanyaan kamu kadang berat.”
Nada suaranya datar, tetapi cukup membuat Airel menahan senyum. Zev menatap langit beberapa detik sebelum kembali bicara.
“Apa yang bikin kamu nanya begitu?”
Airel menarik napas pelan. Ia sebenarnya tidak berniat membuka pembicaraan seperti ini hari itu. Namun ada sesuatu dari duduk di samping Zev yang membuat pertahanan yang biasa ia pasang teras…
Penantian 7 Tahun
BAB 26 - Luka Yang Dibagi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments