Malam di taman kota yang beberapa menit lalu terasa hangat mendadak berubah asing. Udara yang semula lembut kini seperti membawa dingin berbeda, dingin yang merayap pelan ke tengkuk dan membuat napas terasa berat. Lampu-lampu di sepanjang tepi danau masih menyala sama seperti tadi, air masih memantulkan warna keemasan yang tenang, tetapi bagi Airel semuanya tidak lagi terlihat sama.
Ia masih berdiri dekat tepi air bersama Zev. Sisa pelukan barusan masih tertinggal di tubuhnya seperti jejak yang belum sempat hilang. Jemarinya bahkan masih berada dalam genggaman laki-laki itu, hangat dan mantap, seolah beberapa menit lalu dunia memang sedang berpihak pada mereka.
Airel baru saja hendak mengatakan sesuatu lagi. Ia ingin melanjutkan percakapan yang terputus, ingin bertanya banyak hal, ingin menikmati sedikit lebih lama rasa lega yang baru ia temukan. Namun dari kejauhan terdengar langkah kaki tergesa memecah tenang malam.
Cepat dan tidak beraturan. Seperti seseorang berlari sambil melawan habis napasnya sendiri.
Airel menoleh lebih dulu. Di jalur setapak yang mengarah ke taman, sosok Rave muncul dengan langkah lebar dan wajah tegang. Rambutnya berantakan, kemejanya kusut di bagian bahu dan dada, napasnya kasar seperti sudah memaksa tubuh berlari terlalu jauh.
“Rave?” Airel mengernyit.
Ia belum pernah melihat sahabatnya datang dalam keadaan seperti itu. Rave biasanya selalu rapi, tenang, dan terlalu pandai menyembunyikan kepanikan. Malam ini semua lapisan itu seperti runtuh.
Rave berhenti beberapa meter di depan mereka. Ia membungkuk sebentar dengan kedua tangan di lutut, mencoba mengambil udara sebanyak mungkin. Di tangan kanannya masih tergenggam map cokelat yang sudutnya kusut seperti diremas berkali-kali.
“Airel...” suaranya serak dan putus-putus. “Kamu ikut aku.”
Airel berkedip bingung. “Apa?”
“Sekarang.”
Nada itu bukan nada bercanda. Tidak ada sisa santai yang biasa dipakai Rave saat menggodanya. Suaranya keras karena panik, dan justru itu yang membuat Airel ikut t…
Penantian 7 Tahun
BAB 73 - Rave Datang Terlambat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments