Pagi itu Zev benar-benar menepati ancamannya untuk “menculik” Airel. Ia datang lebih awal dari biasanya, membunyikan klakson singkat di depan rumah, lalu mengirim pesan dengan gaya sok berwibawa seperti sedang menjemput tamu penting. Nada pesannya singkat, tapi cukup membuat Airel yang masih berdiri di depan lemari langsung panik.
Lima menit. Kalau lewat, aku masuk dan lapor ibumu.
Airel menatap layar ponsel dengan kesal bercampur gugup. Ia baru selesai memakai satu anting dan rambutnya masih setengah diikat. Dalam keadaan seperti itu, ancaman Zev terdengar sangat mungkin dilakukan karena pria itu memang punya keberanian mengganggu hidup orang sejak pagi.
“Aduh, nyebelin banget,” gumamnya sambil buru-buru mengambil tas.
Saat akhirnya ia keluar pagar, Zev sudah berdiri di samping mobil dengan tangan terlipat di dada. Kemeja putih yang dipakai digulung sampai siku, rambutnya sedikit berantakan karena angin pagi, dan ekspresinya tenang seperti orang yang merasa benar. Tatapannya turun naik menilai penampilan Airel beberapa detik tanpa bicara.
“Kamu lama,” katanya akhirnya.
“Kamu ganggu konsentrasi orang.”
“Berarti aku penting.”
“Berarti kamu berisik.”
Zev tidak membalas. Ia hanya membuka pintu mobil untuk Airel, lalu menunggu dengan wajah yang terlalu puas. Airel mendecih pelan sebelum masuk, sementara jantungnya diam-diam berdetak lebih cepat dari yang seharusnya.
“Jadi kita ke mana?” tanyanya setelah duduk dan memasang sabuk pengaman.
“Rahasia.”
“Kalau aku dijual gimana?”
“Aku balikin.”
“Kurang ajar.”
Mobil melaju meninggalkan jalan perumahan dan masuk ke jalur utama kota. Pagi itu lalu lintas cukup ramai, tetapi tidak sampai macet. Matahari masih lembut, menimpa kaca gedung dan deretan toko yang baru buka. Setelah melewati pusat kota, jalan mulai lengang dan pemandangan berubah menjadi pepohonan, rumah-rumah jarang, serta udara yang terasa lebih bersih.
Airel beberapa kali melirik Zev diam-diam. Pria itu menyetir santai dengan satu tangan di kemudi, tangan lain meng…
Penantian 7 Tahun
BAB 49 - Hampir Mengaku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments