Pagi itu Rave datang lebih awal ke kantor, kebiasaan yang hampir tidak pernah ia lakukan kecuali sedang ada sesuatu yang benar-benar mengganggu pikirannya. Gedung masih setengah tidur. Lorong utama lengang, petugas kebersihan baru selesai mengepel lantai, dan lampu-lampu di beberapa ruangan bahkan belum seluruhnya menyala.
Langkahnya terdengar lebih jelas dari biasanya di antara suasana sepi. Di tangan kanannya ada map cokelat tipis yang sejak tadi ia genggam terlalu erat sampai sudutnya kusut. Wajahnya tampak datar seperti biasa, tetapi rahangnya kaku dan napasnya sedikit lebih berat.
Ia membuka pintu ruang kerja, masuk, lalu menutupnya perlahan. Setelah itu ia hanya berdiri di sana tanpa bergerak, menatap meja kerjanya seolah benda-benda biasa di ruangan itu bisa memberinya jawaban.
Di atas meja, ponselnya menampilkan pukul 07.12.
Masih terlalu pagi untuk hasil yang ia tunggu.
Rave meletakkan map di meja, lalu duduk tanpa benar-benar merasa tenang. Isi map itu sederhana, tetapi cukup untuk membuat kepalanya tidak berhenti bekerja sejak dua hari lalu. Di dalamnya ada salinan dokumen lama, foto keluarga yang ia temukan di rumah orang tuanya, catatan tanggal, serta formulir pengajuan pemeriksaan hubungan keluarga yang ia kirim diam-diam.
Langkah terakhir.
Ia tidak pernah berniat sampai sejauh ini. Awalnya semua hanya rasa curiga kecil yang muncul saat melihat Zev dari dekat beberapa kali. Garis rahang itu, bentuk mata saat menatap lurus, cara diam yang terasa terlalu akrab dengan potongan masa lalu yang selama ini sengaja dikubur.
Lalu satu demi satu hal lain muncul.
Foto anak hilang.
Kamar kosong di rumah lama Airel.
Nama keluarga Hale yang terus berulang.
Cerita orang dewasa yang selalu berhenti di tengah.
Dan yang paling mengganggu, reaksi Airel sendiri. Perempuan itu terlihat hidup kembali sejak Zev datang, seolah sesuatu yang lama padam mendadak menyala.
Rave menekan pelipisnya perlahan. Ia bukan tipe orang yang senang ikut campur urusan orang lain, apalagi samp…
Penantian 7 Tahun
BAB 68 - Tes Yang Disembunyikan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments