Rave tidak pernah menyukai rasa penasaran yang datang terlambat. Menurutnya, banyak masalah tumbuh besar bukan karena terlalu rumit sejak awal, melainkan karena orang-orang memilih nyaman terlalu lama sebelum mulai bertanya. Saat akhirnya sadar ada yang janggal, semuanya sudah telanjur bergerak terlalu jauh.
Beberapa minggu terakhir, ia melihat pola itu tepat di depan matanya.
Airel tersenyum lebih sering dari biasanya. Gadis itu tertawa tanpa perlu dipancing, berjalan lebih ringan, dan berhenti memandangi jam pada waktu-waktu tertentu seperti kebiasaan lamanya saat masih terjebak dalam penantian yang tak masuk akal bagi banyak orang. Ruang kosong yang selama ini menempel di matanya perlahan menghilang.
Seharusnya perubahan itu membuat Rave ikut lega. Ia sudah terlalu lama melihat Airel bertahan pada kenangan yang bahkan nyaris tak punya bentuk. Namun setiap kali nama Zev muncul, dadanya justru mengencang dengan cara yang sulit diabaikan.
Bukan karena cemburu, meski orang lain mungkin akan menyimpulkan begitu. Rave mengenal dirinya cukup baik untuk membedakan iri dengan takut. Yang ia rasakan sekarang adalah takut.
Takut karena wajah pria itu terasa terlalu akrab bagi ingatan yang seharusnya kabur. Takut karena ada sesuatu pada sorot matanya yang mengingatkan pada masa lalu yang tak pernah selesai. Takut karena setiap kali melihat Zev berdiri di dekat Airel, Rave seperti melihat potongan teka-teki yang belum siap disusun, tetapi sudah memaksa untuk dikenali.
Malam itu ia duduk sendirian di kamar apartemennya. Meja kerja penuh kertas lama, catatan acak, dan laptop yang menyala sejak satu jam lalu. Di samping keyboard tergeletak album foto keluarga yang beberapa hari sebelumnya ia temukan di gudang rumah orang tuanya.
Foto itulah awal semuanya.
Di salah satu halaman ada gambar pesta kecil di halaman rumah lama mereka. Anak-anak berlari sambil membawa balon, orang dewasa tersenyum ke kamera, meja panjang dipenuhi makanan rumahan. Di sudut kiri belakang, hampir tertutup…
Penantian 7 Tahun
BAB 52 - Nama Di Dokumen Lama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments