Pagi itu langit cerah, tetapi udara masih menyimpan dingin sisa hujan semalam. Cahaya matahari masuk dari sela tirai dan jatuh miring ke lantai kamar, membuat debu-debu kecil terlihat melayang pelan. Dari luar terdengar suara motor tetangga yang dipanaskan, juga suara pedagang sayur yang lewat di ujung gang.
Airel berdiri di depan cermin sambil merapikan rambut untuk ketiga kalinya. Ia sudah mencoba mengikat, melepas, menyisir ke samping, lalu membiarkannya terurai, tetapi tetap merasa ada yang kurang. Setelah beberapa detik menatap bayangannya sendiri, ia mendesah dan menjauh.
“Aku kenapa sih,” gumamnya pelan.
Di atas meja belajar, ponselnya bergetar.
Dari Zev.
Aku di bawah.
Jantung Airel langsung berdebar dengan cara yang mulai ia kenali beberapa minggu terakhir. Bukan kaget, bukan takut, tetapi campuran aneh yang selalu datang setiap kali nama pria itu muncul. Ia menarik napas panjang, mengambil tas, lalu turun sambil berusaha terlihat biasa saja.
Ibunya yang sedang menyiram tanaman di teras menoleh.
“Dijemput lagi?”
Airel pura-pura sibuk memakai sandal.
“Pergi bentar.”
Ibunya mengangkat alis.
“Yang bentar biasanya pulangnya malam.”
“Ibu hobi nyinyir ya.”
“Aku hobi benar.”
Airel cepat-cepat keluar sebelum percakapan bertambah panjang.
Zev bersandar di mobil dengan kemeja hitam lengan digulung sampai siku. Jam tangannya berkilau terkena matahari, sementara satu tangannya memegang kunci mobil yang diputar-putar santai. Saat melihat Airel keluar pagar, pria itu menegakkan badan dan menatapnya beberapa saat tanpa bicara.
“Apa?” tanya Airel curiga.
“Kamu lama.”
“Kalau cuma mau bilang itu, aku masuk lagi.”
“Aku lagi mikir.”
“Mikir apa?”
Zev membuka pintu mobil untuknya.
“Kenapa kamu kelihatan beda tiap hari.”
Airel menahan senyum dan masuk ke mobil lebih dulu.
“Kamu yang aneh.”
“Bisa jadi.”
Ia duduk sambil memasang sabuk pengaman, berusaha menenangkan detak jantung yang kembali bertingkah. Zev masuk dari sisi lain dan mesin mobil menyala pelan.
Hari itu mereka berencan…
Penantian 7 Tahun
BAB 47 - Sentuhan Pertama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments