Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya, seolah waktu berjalan lebih lambat dari yang seharusnya. Jam di dinding berdetak pelan, tetapi setiap detiknya terasa berat, seperti menekan ruang yang sudah terlalu penuh oleh pikiran. Lampu kamar Zev menyala redup, hanya cukup menerangi meja kecil di dekat jendela dan sebagian lantai di sekitarnya. Tirai tipis bergerak pelan tertiup angin malam, sesekali menyentuh sudut meja dan kembali jatuh tanpa suara.
Zev duduk di kursi dengan posisi sedikit membungkuk, kedua sikunya bertumpu di atas meja. Di hadapannya, selembar kertas kosong tergeletak tanpa satu pun coretan, seolah menunggu sesuatu yang tidak kunjung datang. Pena di tangannya digenggam longgar, tidak benar-benar siap digunakan, hanya berada di sana karena ia tidak tahu harus melakukan apa lagi.
Sudah hampir satu jam ia berada dalam posisi yang sama, berpindah dari menatap kertas ke menatap kosong ke arah jendela. Tidak ada perubahan berarti selain napasnya yang kadang terdengar lebih berat. Ia beberapa kali mencoba menggerakkan tangannya, tetapi selalu berhenti sebelum ujung pena menyentuh permukaan kertas.
Nama itu terus muncul di kepalanya tanpa bisa dicegah.
Airel.
Ia tidak perlu mengucapkannya keras-keras untuk merasakan dampaknya. Hanya dengan membayangkan susunan hurufnya saja, dadanya langsung terasa penuh, seperti ada sesuatu yang ingin keluar tetapi tidak menemukan jalan.
“Aku cuma mau minta maaf.”
Kalimat itu keluar pelan, hampir seperti gumaman yang tidak ditujukan pada siapa pun. Ia mengulanginya sekali lagi dalam hati, mencoba memastikan bahwa itu benar-benar yang ingin ia sampaikan. Namun semakin ia memikirkannya, semakin terasa bahwa satu kalimat itu tidak cukup untuk menjelaskan apa pun.
Maaf untuk apa.
Pertanyaan itu muncul tanpa diundang, membuat tangannya semakin ragu. Maaf karena datang ke hidup Airel di waktu yang salah, atau maaf karena bertahan ketika seharusnya ia pergi. Bisa juga maaf karena membiarkan perasaan itu tumbuh tanpa tahu ke m…
Penantian 7 Tahun
BAB 86 - Surat Yang Tak Dikirim
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments