BAB 12 - Orang Yang Tidak Asing

Sore itu memang berakhir, tetapi rasanya tidak benar-benar menutup apa pun yang sudah terjadi. Airel Virellia berjalan pulang dengan ritme yang sama seperti hari-hari sebelumnya, melewati trotoar yang sudah terlalu ia kenal, melewati deretan toko dan kendaraan yang datang dan pergi tanpa menarik perhatiannya. Dari luar, tidak ada yang berubah, tidak ada yang menunjukkan bahwa sesuatu baru saja mengguncang pikirannya. Namun di dalam dirinya, semuanya terasa bergeser pelan, seperti ada bagian yang tidak kembali ke tempat semula.

Langkahnya tetap teratur, tetapi pikirannya tertinggal jauh di belakang. Ia masih melihat halte itu, bangku yang ia duduki, dan sosok yang berdiri tidak jauh darinya. Momen ketika tatapan mereka bertemu terus berulang, tidak memudar seperti kenangan biasa. Justru semakin jelas, semakin terasa nyata setiap kali ia mencoba mengingatnya kembali.

Airel menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, mencoba merapikan sesuatu yang terasa tidak beraturan. Ia menunduk sedikit saat berjalan, membiarkan rambutnya jatuh menutupi sebagian wajah. Di dalam kepalanya, ia terus mengulang satu kalimat yang terdengar paling masuk akal.

Itu cuma kebetulan.

Kalimat itu sederhana dan mudah diterima, seolah bisa menjelaskan semua yang ia rasakan. Ia mengulangnya lagi, mencoba menanamkan keyakinan yang sama seperti biasanya saat ia menenangkan diri. Ia bahkan mengangguk kecil, seolah membenarkan pikirannya sendiri agar tidak berlarut lebih jauh.

“Iya… cuma kebetulan,” gumamnya pelan.

Namun begitu langkahnya melambat dan tidak ada lagi distraksi di sekitarnya, bayangan itu kembali muncul dengan lebih jelas. Cara pria itu berhenti, cara matanya menangkap sesuatu, dan jeda singkat yang terasa terlalu lama untuk disebut kebetulan. Airel mengerutkan kening, tangannya tanpa sadar mencengkeram ujung baju dengan lebih kuat.

Kalau itu memang kebetulan, kenapa rasanya seperti itu.

Pertanyaan itu muncul tanpa izin, mengikis perlahan keyakinan yang baru saja ia bangun. Ia men…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 BAB 1 - Langit Yang Sepi
2 BAB 2 - Rutinitas Yang Hampa
3 BAB 3 - Janji Yang Tak Hilang
4 BAB 4 - Hari Hujan Yang Sama
5 BAB 5 - Orang Yang Tidak Mengerti
6 BAB 6 - Kemunculan Rave
7 BAB 7 - Sesuatu Yang Aneh
8 BAB 8 - Waktu Yang Hampir Habis
9 BAB 9 - Hampir Bertemu
10 BAB 10 - Orang Yang Sama
11 BAB 11 - Tatapan Tertinggal
12 BAB 12 - Orang Yang Tidak Asing
13 BAB 13 - Nama Baru
14 BAB 14 - Pertemuan Pertama
15 BAB 15 - Hal Yang Sama
16 BAB 16 - Rave Mulai Curiga
17 BAB 17 - Jarak Yang Aneh
18 BAB 18 - Kilas Balik Yang Rusak
19 BAB 19 - Tempat Yang Sama
20 BAB 20 - Bukan Kebetulan
21 BAB 21 - Percakapan Panjang
22 BAB 22 - Kebiasaan Baru
23 BAB 23 - Hujan Dan Satu Payung
24 BAB 24 - Hal Yang Tidak Disadari
25 BAB 25 - Tatapan Yang Sulit Dijelaskan
26 BAB 26 - Luka Yang Dibagi
27 BAB 27 - Nama Di Bibirnya
28 BAB 28 - Cemburu Yang Aneh
29 BAB 29 - Pengakuan Pada Diri Sendiri
30 BAB 30 - Perasaan Nyata
31 BAB 31 - Setelah Pengakuan
32 BAB 32 - Seseorang Dari Masa Lalu Zev
33 BAB 33 - Nama Yang Tak Pernah Disebut
34 BAB 34 - Rave Tidak Tenang
35 BAB 35 - Jarak Mendadak
36 BAB 36 - Kenangan Yang Tersentak
37 BAB 37 - Tempat Yang Disembunyikan
38 BAB 38 - Pertengkaran Pertama
39 BAB 39 - Foto Lama
40 BAB 40 - Peringatan
41 BAB 41 - Kata Yang Tertahan
42 BAB 42 - Kembali Seperti Semula
43 BAB 43 - Hari Yang Tenang
44 BAB 44 - Sisi Lembut Zev
45 BAB 45 - Rahasia Kecil Airel
46 BAB 46 - Simbol Lama
47 BAB 47 - Sentuhan Pertama
48 BAB 48 - Memilih Untuk Diam
49 BAB 49 - Hampir Mengaku
50 BAB 50 - Salah Waktu
51 BAB 51 - Ketakutan Yang Terukir
52 BAB 52 - Nama Di Dokumen Lama
53 BAB 53 - Zev Yang Berubah
54 BAB 54 - Foto Yang Sobek
55 BAB 55 - Pertanyaan Yang Dihindari
56 BAB 56 - Tempat Yang Memanggil
57 BAB 57 - Liontin Yang Sama
58 BAB 58 - Rave Makin Curiga
59 BAB 59 - Nama Yang Terucap
60 BAB 60 - Anak Yang Hilang
61 BAB 61 - Nama Yang Tidak Asing
62 BAB 62 - Rave Menahan Ucapan
63 BAB 63 - Zev Dan Mimpi Buruk
64 BAB 64 - Rumah Lama
65 BAB 65 - Potongan Kenangan
66 BAB 66 - Zev Menjauh
67 BAB 67 - Pertengkaran Yang Jujur
68 BAB 68 - Tes Yang Disembunyikan
69 BAB 69 - Hasil Yang Tak Ingin Dilihat
70 BAB 70 - Sebelum Semuanya Hancur
71 BAB 71 - Kata Yang Terlambat
72 BAB 72 - Pengakuan
73 BAB 73 - Rave Datang Terlambat
74 BAB 74 - Nama Asli
75 BAB 75 - Anak Yang Hilang Itu
76 BAB 76 - Saudara Kandung
77 BAB 77 - Jijik Pada Diri Sendiri
78 BAB 78 - Penantian Yang Salah
79 BAB 79 - Perpisahan
80 BAB 80 - Malam Terakhir
81 BAB 81 - Kota Yang Asing
82 BAB 82 - Nama Yang Tak Bisa Disebut
83 BAB 83 - Lelaki Tanpa Identitas
84 BAB 84 - Penyesalan Rave
85 BAB 85 - Rumah Yang Tak Hangat
86 BAB 86 - Surat Yang Tak Dikirim
87 BAB 87 - Pertemuan Singkat
88 BAB 88 - Belajar Menyebut Keluarga
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 - Langit Yang Sepi
2
BAB 2 - Rutinitas Yang Hampa
3
BAB 3 - Janji Yang Tak Hilang
4
BAB 4 - Hari Hujan Yang Sama
5
BAB 5 - Orang Yang Tidak Mengerti
6
BAB 6 - Kemunculan Rave
7
BAB 7 - Sesuatu Yang Aneh
8
BAB 8 - Waktu Yang Hampir Habis
9
BAB 9 - Hampir Bertemu
10
BAB 10 - Orang Yang Sama
11
BAB 11 - Tatapan Tertinggal
12
BAB 12 - Orang Yang Tidak Asing
13
BAB 13 - Nama Baru
14
BAB 14 - Pertemuan Pertama
15
BAB 15 - Hal Yang Sama
16
BAB 16 - Rave Mulai Curiga
17
BAB 17 - Jarak Yang Aneh
18
BAB 18 - Kilas Balik Yang Rusak
19
BAB 19 - Tempat Yang Sama
20
BAB 20 - Bukan Kebetulan
21
BAB 21 - Percakapan Panjang
22
BAB 22 - Kebiasaan Baru
23
BAB 23 - Hujan Dan Satu Payung
24
BAB 24 - Hal Yang Tidak Disadari
25
BAB 25 - Tatapan Yang Sulit Dijelaskan
26
BAB 26 - Luka Yang Dibagi
27
BAB 27 - Nama Di Bibirnya
28
BAB 28 - Cemburu Yang Aneh
29
BAB 29 - Pengakuan Pada Diri Sendiri
30
BAB 30 - Perasaan Nyata
31
BAB 31 - Setelah Pengakuan
32
BAB 32 - Seseorang Dari Masa Lalu Zev
33
BAB 33 - Nama Yang Tak Pernah Disebut
34
BAB 34 - Rave Tidak Tenang
35
BAB 35 - Jarak Mendadak
36
BAB 36 - Kenangan Yang Tersentak
37
BAB 37 - Tempat Yang Disembunyikan
38
BAB 38 - Pertengkaran Pertama
39
BAB 39 - Foto Lama
40
BAB 40 - Peringatan
41
BAB 41 - Kata Yang Tertahan
42
BAB 42 - Kembali Seperti Semula
43
BAB 43 - Hari Yang Tenang
44
BAB 44 - Sisi Lembut Zev
45
BAB 45 - Rahasia Kecil Airel
46
BAB 46 - Simbol Lama
47
BAB 47 - Sentuhan Pertama
48
BAB 48 - Memilih Untuk Diam
49
BAB 49 - Hampir Mengaku
50
BAB 50 - Salah Waktu
51
BAB 51 - Ketakutan Yang Terukir
52
BAB 52 - Nama Di Dokumen Lama
53
BAB 53 - Zev Yang Berubah
54
BAB 54 - Foto Yang Sobek
55
BAB 55 - Pertanyaan Yang Dihindari
56
BAB 56 - Tempat Yang Memanggil
57
BAB 57 - Liontin Yang Sama
58
BAB 58 - Rave Makin Curiga
59
BAB 59 - Nama Yang Terucap
60
BAB 60 - Anak Yang Hilang
61
BAB 61 - Nama Yang Tidak Asing
62
BAB 62 - Rave Menahan Ucapan
63
BAB 63 - Zev Dan Mimpi Buruk
64
BAB 64 - Rumah Lama
65
BAB 65 - Potongan Kenangan
66
BAB 66 - Zev Menjauh
67
BAB 67 - Pertengkaran Yang Jujur
68
BAB 68 - Tes Yang Disembunyikan
69
BAB 69 - Hasil Yang Tak Ingin Dilihat
70
BAB 70 - Sebelum Semuanya Hancur
71
BAB 71 - Kata Yang Terlambat
72
BAB 72 - Pengakuan
73
BAB 73 - Rave Datang Terlambat
74
BAB 74 - Nama Asli
75
BAB 75 - Anak Yang Hilang Itu
76
BAB 76 - Saudara Kandung
77
BAB 77 - Jijik Pada Diri Sendiri
78
BAB 78 - Penantian Yang Salah
79
BAB 79 - Perpisahan
80
BAB 80 - Malam Terakhir
81
BAB 81 - Kota Yang Asing
82
BAB 82 - Nama Yang Tak Bisa Disebut
83
BAB 83 - Lelaki Tanpa Identitas
84
BAB 84 - Penyesalan Rave
85
BAB 85 - Rumah Yang Tak Hangat
86
BAB 86 - Surat Yang Tak Dikirim
87
BAB 87 - Pertemuan Singkat
88
BAB 88 - Belajar Menyebut Keluarga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!