Sore itu memang berakhir, tetapi rasanya tidak benar-benar menutup apa pun yang sudah terjadi. Airel Virellia berjalan pulang dengan ritme yang sama seperti hari-hari sebelumnya, melewati trotoar yang sudah terlalu ia kenal, melewati deretan toko dan kendaraan yang datang dan pergi tanpa menarik perhatiannya. Dari luar, tidak ada yang berubah, tidak ada yang menunjukkan bahwa sesuatu baru saja mengguncang pikirannya. Namun di dalam dirinya, semuanya terasa bergeser pelan, seperti ada bagian yang tidak kembali ke tempat semula.
Langkahnya tetap teratur, tetapi pikirannya tertinggal jauh di belakang. Ia masih melihat halte itu, bangku yang ia duduki, dan sosok yang berdiri tidak jauh darinya. Momen ketika tatapan mereka bertemu terus berulang, tidak memudar seperti kenangan biasa. Justru semakin jelas, semakin terasa nyata setiap kali ia mencoba mengingatnya kembali.
Airel menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, mencoba merapikan sesuatu yang terasa tidak beraturan. Ia menunduk sedikit saat berjalan, membiarkan rambutnya jatuh menutupi sebagian wajah. Di dalam kepalanya, ia terus mengulang satu kalimat yang terdengar paling masuk akal.
Itu cuma kebetulan.
Kalimat itu sederhana dan mudah diterima, seolah bisa menjelaskan semua yang ia rasakan. Ia mengulangnya lagi, mencoba menanamkan keyakinan yang sama seperti biasanya saat ia menenangkan diri. Ia bahkan mengangguk kecil, seolah membenarkan pikirannya sendiri agar tidak berlarut lebih jauh.
“Iya… cuma kebetulan,” gumamnya pelan.
Namun begitu langkahnya melambat dan tidak ada lagi distraksi di sekitarnya, bayangan itu kembali muncul dengan lebih jelas. Cara pria itu berhenti, cara matanya menangkap sesuatu, dan jeda singkat yang terasa terlalu lama untuk disebut kebetulan. Airel mengerutkan kening, tangannya tanpa sadar mencengkeram ujung baju dengan lebih kuat.
Kalau itu memang kebetulan, kenapa rasanya seperti itu.
Pertanyaan itu muncul tanpa izin, mengikis perlahan keyakinan yang baru saja ia bangun. Ia men…
Penantian 7 Tahun
BAB 12 - Orang Yang Tidak Asing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments