Halaman Yayasan Bina Harapan terasa jauh lebih sunyi setelah perempuan penjaga itu kembali masuk ke gedung utama. Pintu kayu ditutup perlahan dari dalam, menyisakan bunyi gesekan tua yang singkat lalu lenyap bersama langkahnya di koridor. Setelah itu, hanya angin sore yang bergerak di antara pepohonan besar dan ranting-ranting kering yang saling beradu pelan.
Cahaya matahari mulai condong ke barat. Bayangan batang pohon memanjang di atas tanah retak, melewati bangku semen tua dan jalur setapak yang sebagian ditumbuhi rumput liar. Tempat itu seolah menahan napas bersama dua orang yang berdiri di tengah halaman.
Airel berdiri beberapa langkah dari Zev.
Pertanyaan pria itu masih menggantung di udara, berat dan tak menemukan tempat jatuh.
Siapa aku sebelum jadi Zevarion?
Kalimat itu seharusnya membangkitkan iba. Seharusnya membuat Airel mendekat, menenangkan, atau setidaknya berkata bahwa semua akan baik-baik saja meski belum jelas caranya. Namun yang muncul justru rasa sesak yang menekan dada sampai sulit bernapas.
Karena selama ini ia yang terus kebingungan.
Ia yang ditarik mendekat lalu dijauhkan tanpa penjelasan. Ia yang dibiarkan menebak-nebak isi hati, maksud sikap, dan alasan perubahan. Ia yang menyusun potongan teka-teki sendirian, sementara orang di depannya selalu datang membawa lebih banyak rahasia.
“Aku enggak tahu,” jawab Airel akhirnya dengan suara datar yang justru terdengar lebih dingin dari marah.
Zev menatapnya cukup lama, lalu mengalihkan pandangan ke halaman kosong seolah tanah retak di bawah sana lebih mudah dipahami daripada dirinya sendiri.
“Ya,” katanya lirih. “Aku juga.”
Nada pasrah itu entah kenapa justru memancing sesuatu yang sejak tadi ditahan Airel. Ada lelah yang terlalu lama disimpan, ada kecewa yang terus diberi alasan sampai tak lagi muat di dada.
“Kalau kamu juga enggak tahu, kenapa kamu terus bertingkah seolah aku harus ngerti semuanya?”
Zev menoleh lagi. Alisnya sedikit berkerut, seperti belum siap menerima serangan setelah baru saja…
Penantian 7 Tahun
BAB 38 - Pertengkaran Pertama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments