Malam turun dengan sunyi yang terasa terlalu rapat di apartemen kecil milik Airel. Lampu utama sengaja ia matikan sejak tadi, menyisakan cahaya lampu meja yang redup di sudut ruangan. Bayangannya memanjang di dinding, membuat ruang yang sudah sepi terasa semakin lengang dan penuh pikiran.
Di atas meja tergeletak dua benda yang sejak sore tak berhenti ia sentuh. Sebuah kertas gambar kusam dengan sudut menguning, dan foto lama yang sudah berkali-kali dibolak-balik sampai pinggirannya mulai melengkung. Tulisan anak-anak di bawah gambar itu masih tampak jelas, sederhana dan polos, tetapi justru karena itu terasa jauh lebih menusuk.
Aku balik.
Dua kata pendek itu terus berputar di kepalanya tanpa henti. Semakin sederhana sebuah janji, kadang semakin sulit dilupakan. Airel bahkan tidak tahu apakah ia mengingat momen itu sepenuhnya, namun hatinya bereaksi seolah pernah hidup lama bersama kalimat tersebut.
Ia duduk di sofa sambil memeluk lutut. Sejak pulang dari rumah lama, pikirannya tidak berhenti bekerja. Wajah ibunya yang pucat, tangis yang jatuh tanpa jawaban, kamar kosong dengan dinding biru tertutup cat putih, juga ukiran kecil di dinding bertuliskan Rel.
Semua terlalu nyata untuk dianggap salah paham. Semua terlalu rapi untuk disebut kebetulan.
Namun semakin dekat ia pada kebenaran, justru semakin kabur dirinya sendiri. Selama ini ia merasa mengenal hidupnya, mengenal masa kecilnya, mengenal siapa saja yang pernah ada di dalam rumah itu. Kini semuanya seperti buku lama yang beberapa halamannya sengaja disobek.
Airel menyandarkan kepala ke sandaran sofa dan memejamkan mata. Ia hanya berniat menenangkan napas beberapa menit, tetapi tubuh yang kelelahan perlahan tenggelam ke ambang tidur tanpa izin. Saat kesadaran mulai tipis, suara lembut tiba-tiba datang dari tempat yang tak jelas.
Nada sederhana.
Pelan.
Berulang dengan ritme tenang.
Seperti seseorang menyanyi dari ruangan lain.
Airel membuka mata mendadak dan duduk tegak. Ruang tamunya tetap sunyi, hanya ada suara p…
Penantian 7 Tahun
BAB 65 - Potongan Kenangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments