Sore turun perlahan bersama hujan tipis yang menggantung di luar jendela rumah keluarga Airel. Langit berwarna abu pucat, halaman depan basah, dan dedaunan di pagar bergerak pelan diterpa angin dingin. Rumah itu masih dipenuhi suasana sepi sejak pagi, sepi yang bukan lahir dari ketiadaan suara, melainkan dari semua orang yang terlalu hati-hati bergerak dan berbicara.
Di lantai atas, Airel berdiri menghadap cermin kamar dengan tubuh kaku. Ia baru selesai membasuh wajah, tetapi jejak tangis masih jelas di kelopak mata dan sudut hidungnya. Rambutnya diikat asal, beberapa helai jatuh menempel di pipi. Bibirnya pucat, dan sorot mata gadis di depan cermin tampak seperti milik orang lain.
Sudah dua hari berlalu sejak kebenaran itu dibuka tanpa ampun.
Dua hari sejak hidup yang ia bangun diam-diam runtuh dalam beberapa lembar dokumen dan satu kalimat pendek. Dua hari sejak nama Zev dan Kaizan menyatu menjadi luka yang sama.
Airel menggenggam sisi meja rias kuat-kuat sampai buku jarinya memutih. Ia menatap bayangannya sendiri cukup lama, seolah berharap menemukan jawaban di sana.
“Aku masih bangun juga,” bisiknya lirih.
Ia sempat berharap semua itu hanya mimpi buruk. Ia membayangkan akan turun ke bawah, melihat Rave mengeluh karena rumah berantakan, ibunya menyuruh sarapan, dan Zev berdiri di ruang tamu sambil membawa kopi dengan wajah datarnya yang menyebalkan. Namun kenyataan tidak memberi celah selembut itu.
Ponselnya bergetar di atas meja.
Nama Zev muncul di layar.
Jantung Airel yang beberapa hari ini terasa mati mendadak berdenyut keras. Dadanya sesak dalam satu tarikan napas. Jemarinya gemetar saat menatap nama itu, lalu menekan tombol tolak panggilan tanpa membuka suara.
Layar padam beberapa detik.
Lalu menyala lagi.
Pesan masuk.
Aku di depan rumahmu.
Airel memejamkan mata rapat. Tubuhnya bergerak lebih cepat dari pikirannya. Ia berbalik, membuka pintu kamar, menuruni tangga dengan langkah tergesa, lalu berhenti di ruang tengah saat melihat sosok laki-laki itu berdiri…
Penantian 7 Tahun
BAB 78 - Penantian Yang Salah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments