Malam datang pelan dan membawa jenis sunyi yang selalu lebih jujur daripada siang. Saat pagi dipenuhi langkah kaki, suara orang lain, dan banyak hal yang bisa dijadikan pengalih perhatian, malam justru menyisakan seseorang sendirian bersama isi kepalanya. Karena itu, banyak hal yang sengaja dihindari saat matahari masih tinggi biasanya datang kembali ketika langit gelap.
Di kamar kecil lantai dua rumahnya, Airel Virellia duduk di dekat jendela dengan lutut ditekuk ke dada. Lampu utama sengaja dimatikan, hanya menyisakan cahaya lampu meja yang lembut dan remang lampu jalan dari luar pagar. Tirai terbuka setengah, memperlihatkan sisa langit mendung setelah hujan sore tadi.
Dari bawah terdengar suara televisi ruang keluarga yang volumenya terlalu keras, lalu bunyi piring beradu dari dapur ketika ibunya sedang membereskan cucian malam. Sesekali suara ayahnya terdengar memanggil sesuatu yang tidak jelas. Rumah berjalan seperti biasa, ritmenya tetap sama seperti malam-malam lain.
Hanya pikirannya yang tidak.
Di tangannya, ponsel masih menyala menampilkan percakapan singkat dengan Zevarion Hale. Pesan itu sederhana, bahkan nyaris tidak penting jika dilihat orang lain.
Sudah sampai rumah?
Sudah.
Makan dulu.
Iya.
Setelah itu tidur.
Kamu cerewet.
Jelas. Ada yang harus ngingetin kamu.
Setelah kalimat terakhir itu, percakapan berhenti. Tidak ada balasan lagi, tidak ada topik lanjutan, tidak ada hal istimewa yang pantas dikenang. Namun entah kenapa, layar itu sudah beberapa kali ia buka hanya untuk membaca ulang kata demi kata yang sama.
Airel meletakkan ponsel di lantai sebelahnya lalu mengembuskan napas panjang. Kepalanya bersandar ke dinding, mata menatap langit-langit kamar yang samar dalam gelap. Ia sendiri merasa bodoh karena bisa terpaku pada obrolan sesingkat itu.
Hari ini terasa aneh baginya.
Melihat Zev berdiri bersama perempuan lain di lobi kampus membuat suasana hatinya rusak begitu saja. Padahal pria itu tidak melakukan hal salah apa pun. Ia hanya bicara dengan oran…
Penantian 7 Tahun
BAB 29 - Pengakuan Pada Diri Sendiri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments