Sejak hari di bukit itu, hubungan Airel dan Zev berubah dengan cara yang halus namun sangat jelas. Tidak ada pembicaraan resmi soal status, tidak ada kalimat besar yang diucapkan sambil saling menatap serius, dan tidak ada janji berlebihan yang terdengar manis sesaat lalu hilang. Namun hampir setiap hal kecil di antara mereka sudah menjawab semuanya jauh lebih baik daripada kata-kata.
Pagi Airel kini sering dimulai oleh getaran ponsel di atas meja samping tempat tidur. Pesan dari Zev hampir selalu datang di jam yang sama, singkat dan datar seperti gaya bicaranya sehari-hari. Anehya, justru pesan pendek itu menjadi sesuatu yang paling ditunggu Airel.
Sudah bangun?
Jika Airel sengaja membalas lama karena masih malas membuka mata, pesan kedua biasanya menyusul beberapa menit kemudian.
Jangan pura-pura mati.
Kadang Airel tertawa sendiri sambil mengetik balasan. Kadang ia sengaja mengabaikan lima menit lagi hanya untuk melihat seberapa jauh kesabaran Zev bisa diuji. Hasilnya selalu sama, laki-laki itu akan mengirim satu pesan baru yang terdengar dingin padahal jelas-jelas perhatian.
Aku hitung sampai tiga.
Saat jam makan siang, Zev kadang muncul di dekat kampus sambil membawa kopi yang ia hafal pesanannya. Tidak pernah banyak bicara, hanya menyerahkan gelas dingin itu lalu bertanya apakah Airel sudah makan. Jika Airel pulang terlalu malam dari tempat magang, mobil hitam itu sering sudah menunggu di seberang jalan tanpa pemberitahuan.
Tidak pernah memaksa. Tidak pernah menuntut balasan apa pun. Namun selalu ada di waktu yang tepat.
Dan justru karena itulah hati Airel semakin dalam terjerat.
Ia pernah berpikir bahwa cinta harus datang dengan hal besar dan dramatis. Nyatanya, perasaan justru tumbuh dari kebiasaan kecil yang diulang terus-menerus sampai terasa seperti kebutuhan. Dari pesan pagi, kopi dingin, kursi penumpang yang selalu dibukakan, dan pertanyaan sederhana seperti sudah makan atau belum.
Sore itu mereka bertemu di taman kota, tempat yang belakangan menjadi tit…
Penantian 7 Tahun
BAB 50 - Salah Waktu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments