Suara hujan masih turun rapat di halaman kampus ketika pertanyaan itu menggantung di antara mereka. Air memantul di lantai batu, menetes dari tepian atap, lalu mengalir ke selokan kecil di sisi gedung. Koridor lantai dua yang biasanya ramai kini nyaris kosong, menyisakan gema rintik dan dua orang yang sama-sama terdiam.
“Kita pernah ketemu sebelumnya?”
Airel Virellia menatap Zevarion Hale tanpa mampu segera memberi jawaban. Jantungnya berdetak terlalu keras hingga pikirannya seperti tertahan di satu titik yang sempit. Banyak kalimat berdesakan di kepala, tetapi tak satu pun cukup utuh untuk diucapkan.
Ia ingin berkata iya, karena perasaan itu sudah lama mengikutinya. Ia ingin berkata mungkin, karena ia sendiri belum memiliki bukti selain firasat yang terus datang. Ia juga ingin bertanya balik, apa yang membuat Zev sampai menanyakan hal seperti itu.
Namun bibirnya hanya terbuka sedikit sebelum kembali diam.
Zev tidak mendesak. Ia berdiri beberapa langkah di depannya, satu tangan masuk ke saku celana, bahu sedikit tegang walau wajahnya tetap tenang. Dari luar, ia tampak biasa saja, tetapi Airel bisa melihat ada sesuatu yang bergerak di balik sorot matanya.
“Aku enggak tahu,” jawab Airel akhirnya pelan. “Tapi aku sering ngerasa begitu.”
Kalimat itu keluar jujur tanpa sempat dipoles. Tidak terdengar rapi, namun cukup mewakili isi kepalanya yang berantakan. Zev menundukkan pandangan sesaat, lalu mengangguk tipis seolah menerima jawaban itu lebih mudah dari yang diduga.
“Berarti bukan cuma aku.”
Suara hujan mulai berubah dari deras menjadi rintik yang lebih lembut. Angin dingin masuk dari sisi koridor dan membawa aroma tanah basah yang samar. Keheningan setelah kalimat itu terasa berbeda, bukan lagi canggung, melainkan seperti ruang yang pelan-pelan terbuka.
Airel memandang Zev hati-hati. “Kamu nanya itu karena apa?”
Zev menyandarkan punggung ke dinding dekat jendela. Gerakannya terlihat santai, tetapi rahangnya sempat mengeras sebentar seperti orang yang sedang memilih s…
Penantian 7 Tahun
BAB 21 - Percakapan Panjang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments