Hari Sabtu datang dengan langit cerah dan udara ringan setelah beberapa hari hujan turun hampir tanpa jeda. Cahaya matahari masuk dari jendela kamar Airel, jatuh di lantai kayu dan membuat ruangan terasa lebih hidup dari biasanya. Setelah mengganti sprei dan merapikan meja belajar, ia berdiri sebentar sambil melihat kamar yang akhirnya rapi, lalu mengangguk puas pada dirinya sendiri.
Ponselnya yang diletakkan di atas meja bergetar pendek. Nama di layar membuat sudut bibirnya bergerak lebih dulu sebelum sempat dicegah.
Zev calling.
Airel menatap layar beberapa detik, berusaha menyiapkan nada suara paling biasa yang bisa ia buat. Ia menarik napas pendek lalu mengangkat panggilan itu sambil duduk di tepi ranjang.
“Halo.”
“Sepuluh menit.”
“Apa?”
“Siap-siap.”
“Kamu ngajak orang tanpa tanya dulu?”
“Iya.”
“Kalau aku nolak?”
“Aku tunggu sebelas menit.”
Sambungan terputus begitu saja.
Airel menurunkan ponsel perlahan lalu memandang kosong ke depan selama beberapa detik. Setelah itu ia mendecih pelan, meski senyum di bibirnya sama sekali tidak bisa disembunyikan.
“Nyebelin banget.”
Ia membuka lemari lebih cepat dari biasanya dan mulai memilih pakaian sambil sesekali mengomel sendiri. Pada akhirnya ia memakai kemeja putih longgar, celana jeans sederhana, dan sepatu yang nyaman dipakai berjalan. Rambutnya diikat setengah asal-asalan, lalu dibuka lagi karena merasa kurang cocok, lalu diikat ulang dengan sedikit lebih rapi.
Dua puluh menit kemudian, Airel keluar rumah sambil membawa tas kecil di bahu. Di depan pagar, Zev sudah berdiri di samping mobilnya dengan satu tangan masuk saku celana, mengenakan kaus hitam dan jam tangan yang hampir selalu menempel di pergelangan tangan kirinya. Sikap santainya membuat seolah ia sudah menunggu lama, padahal kemungkinan baru beberapa menit datang.
Tatapannya bergerak pelan dari kepala sampai kaki Airel lalu berhenti di wajahnya. Airel pura-pura tidak menyadari meski telinganya mulai hangat.
“Kamu lama.”
“Aku perempuan.”
“Alasan klasik.”
“Ka…
Penantian 7 Tahun
BAB 43 - Hari Yang Tenang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments