Hujan yang turun rapat sejak sore membuat jalanan kota berkilau seperti pecahan kaca di bawah lampu kendaraan. Air mengalir di tepi trotoar, menyapu daun-daun kecil dan sampah kertas yang terseret tanpa arah. Airel memegang payung dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menggenggam ponsel begitu erat sampai jemarinya terasa pegal. Napasnya belum juga tenang sejak menerima telepon Zev di kafe tadi.
“Aku perlu ketemu kamu sekarang.”
Suara itu berbeda dari biasanya. Berat, serak, dan seperti sedang menahan sesuatu agar tidak pecah. Tidak ada nada tenang yang biasa membuat Airel ikut tenang. Tidak ada sindiran kecil atau cara bicara datar yang selalu terdengar percaya diri. Yang tersisa hanya seseorang yang terdengar tersesat.
Rave sempat berdiri ketika Airel buru-buru mengambil tas. Tatapannya jelas ingin menahan, tetapi ia tahu Airel tidak akan tinggal diam setelah mendengar suara seperti itu. Pada akhirnya laki-laki itu hanya berkata singkat, menyembunyikan banyak hal di balik nada biasa.
“Kalau ada apa-apa, telepon aku.”
Airel mengangguk cepat lalu pergi tanpa sempat menanyakan lebih banyak. Kepalanya sudah terlalu penuh. Sepanjang perjalanan, ia memutar kemungkinan satu per satu. Zev sakit. Zev panik. Zev menemukan sesuatu tentang masa lalunya. Zev ingin menjauh. Zev butuh ditolong. Semua dugaan saling bertabrakan dan tak satu pun memberi tenang.
Dua puluh menit kemudian, ia berdiri di lorong apartemen Zev. Lantai atas gedung itu selalu sepi, tetapi malam ini kesunyian terasa lebih dingin. Hanya ada dengung pendingin udara dari langit-langit dan bunyi hujan yang menghantam jendela besar di ujung koridor. Cahaya lampu kuning memantul di lantai marmer yang terlalu bersih.
Ia menekan bel. Tidak ada jawaban.
“Zev?” panggilnya sambil mendekat ke pintu.
Masih hening. Ia menekan bel sekali lagi, kali ini lebih lama. Jantungnya mulai berdebar tak nyaman.
Beberapa detik kemudian, kunci berputar dari dalam. Pintu terbuka perlahan.
Zev berdiri di sana dengan wajah pucat.…
Penantian 7 Tahun
BAB 59 - Nama Yang Terucap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments