Sore itu datang bersama langit yang muram dan udara yang menahan hujan. Awan menggantung rendah sejak siang, membuat cahaya hari cepat memudar meski jam belum terlalu larut. Angin membawa aroma tanah basah yang tipis, seperti kabar bahwa hujan hanya tinggal menunggu waktu.
Airel Virellia berdiri di depan gerbang kampus sambil memandangi jalan raya yang padat. Kendaraan bergerak saling menyalip, klakson sesekali terdengar, dan orang-orang berlalu dengan tujuan masing-masing. Namun semua itu terasa jauh darinya, seolah hanya menjadi latar yang tidak benar-benar ia dengar.
Sejak pagi, ada gelisah yang terus mengikuti langkahnya. Ia berusaha fokus di kelas, menjawab pertanyaan dosen saat diminta, bahkan sempat tertawa kecil ketika Kalista mengomentari sesuatu yang lucu. Meski begitu, setiap jeda yang muncul justru membawa pikirannya kembali pada satu orang.
Zev.
Nama itu kini lebih sering muncul daripada yang ingin ia akui. Beberapa hari terakhir, pria itu hadir dalam pola yang sulit dibaca. Kadang terlihat dekat, kadang menjauh sebelum sempat disapa. Tatapannya seolah mengenali sesuatu, tetapi sikapnya justru seperti sedang menolak untuk mengingat.
Kalista keluar dari gerbang sambil membuka payung lipat berwarna hitam. Ia berjalan mendekat, lalu berhenti di samping Airel sambil menatap langit yang makin gelap.
“Kamu belum pulang?”
Airel menggeleng pelan. “Mau ke tempat dulu.”
Kalista menoleh. “Sekarang? Mau hujan.”
“Iya.”
“Ke halte?”
Airel diam sesaat sebelum menjawab. “Bukan.”
Kalista mengangkat alis, jelas penasaran, tetapi memilih tidak mendesak. “Ya udah. Jangan lama-lama, nanti hujan deres.”
Airel mengangguk kecil. Setelah Kalista pergi, ia mengeratkan genggaman pada tali tasnya lalu berbalik menuju jalan kecil di sisi kampus. Jalur itu jarang dipakai mahasiswa karena memutar dan lebih sepi dibanding jalan utama.
Ia sudah lama tidak melewatinya.
Namun sejak beberapa hari terakhir, tempat di ujung jalan itu terus muncul di kepalanya. Bukan dalam bentuk ingatan yang…
Penantian 7 Tahun
BAB 19 - Tempat Yang Sama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments