Rave tidak ingat kapan terakhir kali pikirannya benar-benar berhenti berputar, bahkan untuk beberapa menit saja. Ia duduk di ruang kerja kecil di rumahnya dengan posisi yang sama sejak tadi, punggung sedikit membungkuk, siku bertumpu di meja, dan pandangan terpaku pada tumpukan berkas yang tidak lagi ia sentuh. Kertas-kertas itu tetap terbuka seperti luka yang tidak pernah sempat ditutup, seolah menolak dilupakan meski ia sudah mencoba menjauh darinya berkali-kali.
Nama yang tercetak di sana masih terlihat jelas, tidak pudar, tidak berubah, tidak peduli seberapa lama ia menatapnya. Tanggal kelahiran, catatan lama, tanda tangan yang mulai memudar, semuanya terasa terlalu nyata untuk disangkal. Dulu ia membaca semua itu dengan penuh fokus, mencoba merangkai potongan demi potongan seperti teka-teki yang menantang. Sekarang setiap baris terasa seperti tuduhan yang diarahkan langsung kepadanya.
Ia menarik napas pelan, tetapi dada itu tetap terasa berat. Pikirannya kembali pada titik yang sama seperti beberapa hari terakhir, mengulang pertanyaan yang tidak pernah menemukan jawaban pasti. Seandainya ia berhenti lebih cepat, seandainya ia memilih tidak mencari lebih jauh, seandainya ia menutup mata saat kecurigaan itu muncul, mungkin semuanya akan berbeda.
Namun bayangan itu tidak pernah utuh. Ia tahu, jika ia berhenti di tengah jalan, hubungan itu akan terus berjalan tanpa hambatan. Mereka akan semakin dekat, semakin dalam, dan semakin sulit dipisahkan ketika kebenaran akhirnya muncul. Rave mengusap wajahnya kasar, mencoba mengusir bayangan yang terus memaksa masuk.
“Kalau aku diam...”
Kalimat itu menggantung, lalu hilang begitu saja tanpa lanjutan. Ia sudah terlalu sering sampai di titik itu, hanya untuk kembali pada kesimpulan yang sama. Tidak ada pilihan yang benar. Tidak pernah ada.
Ia bersandar ke kursi dan menatap langit-langit sebentar, membiarkan pikirannya melayang tanpa arah. Ruangan itu terasa terlalu sempit, terlalu penuh oleh hal-hal yang tidak bisa ia kendali…
Penantian 7 Tahun
BAB 84 - Penyesalan Rave
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments