Pagi datang tanpa benar-benar membawa terang. Langit kota masih kelabu setelah hujan semalaman, awan tipis menggantung rendah seperti belum rela bergeser dari atas gedung-gedung. Tetes air masih menempel di pagar balkon, sementara jalanan di bawah tampak basah, licin, dan jauh lebih sepi dari biasanya.
Di dalam kamar, suasana justru lebih berat daripada cuaca di luar. Tirai belum dibuka penuh, lampu tidur masih menyala redup, dan udara terasa pengap karena semalaman jendela tertutup rapat. Airel duduk di tepi ranjang dengan lutut ditekuk, memeluk bantal erat seolah benda itu satu-satunya yang bisa menahan tubuhnya agar tidak berantakan.
Ia belum tidur sama sekali. Sejak keluar dari apartemen Zev dini hari tadi, matanya hanya menatap langit-langit tanpa pernah benar-benar berkedip lama. Setiap kali mencoba memejam, satu kata itu datang lagi dan memukul kepalanya tanpa belas kasihan.
Riri.
Nama kecil yang sudah lama ia kubur bersama banyak hal lain. Nama yang bahkan teman terdekatnya tidak tahu, nama yang tak pernah ia sebut di luar rumah sejak bertahun-tahun lalu. Nama itu keluar dari bibir Zev saat laki-laki itu setengah sadar dan demam.
Airel menekan wajah ke bantal sebentar lalu mengangkat kepala lagi. Dadanya sesak sejak tadi malam dan belum berkurang sedikit pun. Ia mencoba menyusun logika, tetapi semua yang terjadi terlalu berantakan untuk dipahami.
Zev menyebut hujan. Zev menyebut ayunan. Zev menyebut pita biru.
Pita kecil yang ia pakai tujuh tahun lalu di taman saat menunggu seseorang yang berjanji akan kembali. Tidak ada yang tahu soal itu. Bahkan ibunya mungkin sudah lupa warna jepit rambut yang dipakai putrinya pada hari tertentu.
Kalau itu kebetulan, kebetulan macam apa yang bisa setepat itu. Kalau itu ingatan, ingatan milik siapa. Kalau itu memang miliknya, kenapa selama ini Zev hidup sebagai orang lain.
Ponselnya bergetar di atas meja samping ranjang. Bunyi singkat itu membuat bahunya ikut tersentak.
Nama Rave muncul di layar.
Airel menatap beberapa det…
Penantian 7 Tahun
BAB 60 - Anak Yang Hilang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments