Malam menggantung pekat di balik jendela apartemen Zev. Lampu-lampu kota menyala jauh di bawah sana, membentuk garis tipis berwarna kuning dan putih yang berkelap-kelip seperti bintang buatan manusia. Pemandangan itu biasanya cukup menenangkan, tetapi di kamar yang gelap dan nyaris tanpa suara itu, tubuh Zev justru menegang seperti seseorang yang sedang diburu sesuatu yang tak terlihat.
Ia berlari.
Lorong panjang membentang di hadapannya. Dinding putih kusam di kanan kiri tampak lembap, lampu neon di langit-langit berkedip tak beraturan, dan udara dingin menusuk tenggorokan hingga napasnya terasa sakit. Kakinya bergerak cepat, namun terasa pendek dan lemah, seperti tubuh anak kecil yang dipaksa mengejar sesuatu yang semakin menjauh.
Tangisan bayi memecah udara.
Nyaring dan patah-patah. Suara itu penuh panik, seperti meminta ditolong dari tempat yang tak bisa dijangkau. Zev menoleh ke kanan dan kiri, tetapi lorong kosong itu tidak memberi jawaban.
Dalam sekejap, dinding rumah sakit berubah menjadi rumah sempit dengan cat mengelupas. Di ujung lorong kini berdiri pintu kayu cokelat tua yang sedikit terbuka. Tangisan itu datang dari balik sana, semakin keras, semakin mendesak.
Ia mengangkat tangan hendak mendorong pintu, tetapi sebelum sempat menyentuh gagang, suara perempuan berteriak terdengar dari dalam.
Jangan!
Suara itu serak karena menangis. Setelahnya terdengar benda jatuh, langkah kaki tergesa, lalu bunyi sesuatu terbentur keras ke dinding. Tangisan bayi berubah semakin liar, seolah ketakutan ikut menular melalui udara.
Zev mendorong pintu, namun tangannya terlalu kecil. Tenaganya tidak cukup. Dari celah sempit, ia hanya melihat bayangan seseorang menarik lengan orang lain dengan kasar. Rambut panjang terurai menutupi wajah. Tangan laki-laki menghantam dinding. Lampu ruang tamu bergoyang, memantulkan bayangan yang patah-patah.
Lalu pintu dibanting.
Suara ledakannya menggema tepat di telinganya.
Gelap.
Zev terbangun sambil terengah. Napasnya seperti dirampas paks…
Penantian 7 Tahun
BAB 63 - Zev Dan Mimpi Buruk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments