Sore itu datang dengan cara yang terasa lebih berat dari biasanya. Langit tidak sepenuhnya gelap, tetapi juga kehilangan sisa terang yang biasanya bertahan lebih lama. Warna abu-abu menggantung rendah, membuat bangunan dan jalanan tampak lebih datar, seolah jaraknya menjauh sedikit dari pandangan.
Udara terasa lembap dan menekan pelan di kulit. Angin bergerak perlahan, membawa aroma yang tidak asing, seperti pertanda hujan yang tertunda. Orang-orang berjalan lebih cepat dari biasanya, sebagian menatap langit, sebagian lagi sibuk dengan langkah mereka sendiri tanpa benar-benar memperhatikan sekitar.
Airel Virellia berdiri di tepi jalan, beberapa langkah dari halte yang sudah terlalu ia kenal. Ia tidak langsung mendekat, hanya berdiri sebentar dengan pandangan lurus ke depan. Kakinya seperti tertahan, bukan karena tidak tahu arah, melainkan karena ada sesuatu dalam dirinya yang ragu untuk melanjutkan.
Namun seperti hari-hari sebelumnya, tubuhnya tetap bergerak. Langkahnya pelan, teratur, mengikuti kebiasaan yang sudah melekat tanpa perlu dipikirkan lagi. Ia melewati batas kecil antara jalan dan halte itu, lalu mendekati bangku di ujung yang selalu ia pilih.
Bangku itu kosong. Catnya semakin pudar dibanding beberapa bulan lalu, dan bagian kayunya mulai terasa kasar jika disentuh. Lampu di atasnya menyala redup, belum benar-benar diperlukan, tetapi sudah dinyalakan seperti antisipasi terhadap langit yang semakin gelap.
Airel duduk perlahan. Tasnya ia letakkan di samping, tangannya langsung bergerak melihat jam di pergelangan tangan tanpa sadar. Gerakan itu begitu alami, seperti napas yang tidak pernah ia sadari kapan dimulai.
17.43.
Angka itu tidak berubah, tapi maknanya terasa lebih berat hari ini. Tatapannya bertahan lebih lama dari biasanya, mengikuti pergerakan jarum detik yang terasa terlalu jelas. Setiap detik seolah memiliki suara, meski tidak benar-benar terdengar.
17.44.
Airel menarik napas pelan, mencoba menenangkan sesuatu yang mulai terasa tidak stabil di da…
Penantian 7 Tahun
BAB 8 - Waktu Yang Hampir Habis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments