Malam terasa terlalu panjang bagi Zev, seolah waktu sengaja berjalan lebih lambat hanya untuk membuatnya merasakan setiap detik yang lewat. Apartemennya gelap, hanya diterangi cahaya kota yang masuk tipis dari balik tirai. Ia duduk di lantai dengan punggung bersandar pada sofa, posisi yang sama sejak beberapa jam lalu tanpa benar-benar berubah.
Ponselnya tergeletak di samping dengan layar mati, seperti ikut menyerah menunggu sesuatu yang tidak kunjung datang. Tidak ada pesan baru, tidak ada panggilan, tidak ada tanda kecil yang bisa ia pegang sebagai alasan untuk bergerak. Sunyi di ruangan itu bukan lagi sekadar keadaan, melainkan sesuatu yang terasa hidup dan menekan dari segala arah.
Zev menutup mata, berharap menemukan jeda, tetapi yang muncul justru semakin jelas.
Wajah Airel.
Tatapan yang dulu terasa hangat dan dekat, kini berubah menjadi sesuatu yang dingin dan jauh. Ada jarak yang tidak bisa ia jembatani, ada luka yang tidak bisa ia hapus, dan ada sesuatu yang memutus semua hal yang pernah mereka bangun tanpa memberi kesempatan untuk memperbaiki.
Ia membuka mata lagi dengan napas berat, dada terasa penuh oleh sesuatu yang sulit dijelaskan. Tangannya bergerak tanpa benar-benar ia sadari, meraih benda kecil dari meja di sampingnya. Gelang kain biru itu kembali berada di genggamannya, terasa sederhana namun entah kenapa sulit untuk dilepaskan.
Ia menatapnya lama, seolah benda itu bisa menjawab sesuatu yang tidak ia pahami.
“Airel...” suaranya pelan, hampir tidak terdengar.
Nama itu masih terasa benar di lidahnya, terlalu akrab untuk dihindari dan terlalu dekat untuk diucapkan dengan tenang. Justru karena itulah rasa sakitnya menjadi semakin jelas, seperti sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari dirinya sendiri.
Zev bangkit perlahan dan berjalan ke cermin di sudut ruangan. Langkahnya tidak tergesa, tetapi juga tidak benar-benar stabil, seperti seseorang yang berjalan tanpa arah pasti. Ia berhenti di depan refleksinya sendiri dan menatap cukup lama.
Wajah itu sama…
Penantian 7 Tahun
BAB 83 - Lelaki Tanpa Identitas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments