BAB 4

Fania sama sekali tak terlihat memikirkan perkataan Chaerlina, yang berasumsi bahwa suaminya memiliki wanita lain diluar sana. Justru Fania tampak sangat menikmati liburannya dengan kebahagiaan tersendiri, kebebasan yang seolah tak pernah dirinya dapatkan selama tiga tahun terkahir bersama Ronald.

“Hoam rasanya lelah sekali seharian ini, aku mengantuk dan akan tidur. Jangan lupa hubungi suamimu, jangan sampai dia terpincut wanita lain”

Chaerlina terdengar lebih khawatir dengan hubungan kedua insan itu dibanding Fania sendiri yang mengalaminya. Dan Fania hanya memutar bola matanya jengah mendengar ujaran sahabatnya itu.

“Kau pikir Ronald tipe pria yang mudah berpaling? Aku jamin itu mustahil” gumam Fania dengan penuh keyakinan, menatap Chaerlina yang sudah terlelap ke dalam mimpi.

Mengingat kembali perkataan Chaerlina, Fania mengambil ponselnya dalam tas. Tentu saja bukan untuk menghubungi suaminya, melainkan mengecek notifikasi, apakah Ronald kembali menerornya seperti biasanya atau tidak.

“Hm rupanya dia menepati perkataannya, tidak mengganggu seperti biasanya” membayangkan wajah tampan Ronald, entah mengapa ada sebersit keinginan untuk melihat lagi wajah tampan yang sudah satu bulan tak dirinya lihat.

Fania menggelengkan kepalanya dengan tegas, menepis bayangan Ronald yang seakan mulai kembali mengganggunya lagi. Ia ingin menikmati waktu sendiri sekarang, tak perlu ada pria itu untuk saat ini.

Merasa belum mengantuk, Fania kembali memainkan ponsel ditangannya. Kali ini ia ingin membuka sosmed nya untuk melihat kabar-kabar terbaru yang mungkin memberikan manfaat untuk dirinya, walaupun sedikit sekali.

Tanpa sadar, Fania tersenyum sendiri melihat foto-foto orang lain yang diunggah di akun sosmed mereka. Keromantisan mereka mengingatkan dirinya pada keromantisan dirinya dan Ronald dulu. Namun semua itu, kini terasa hambar dan menyesakkan untuk dirasakannya. Entah apa dirinya terlalu bosan dengan suaminya atau yang lain.

***

“Fan, kita mau berapa lama lagi di sini?”

Chaerlina bertanya pada sahabatnya yang seolah tak mau pulang ke rumah, dan hanya ingin menikmati waktu liburan yang padahal sudah hampir satu bulan setengah mereka di sini.

“Jujur saja, aku merindukan kekasihku, Fan”

Lama tak bertemu secara langsung, tentu saja membawa kerinduan yang begitu besar pada kekasihnya. Kekasihnya pun sibuk dalam pekerjaan, hingga tak mungkin menyusulnya untuk ikut liburan seperti mereka saat ini.

“Kau bisa pulang lebih dulu, aku masih ingin di sini untuk sementara waktu” jawab Fania tanpa menoleh ke arah Chaerlina yang berbaring di sampingnya, juga menikmati sunset pada senja.

Chaerlina mengernyit heran, ada yang tak beres dengan sahabatnya. “Kau yakin tak ada masalah dengan suamimu? Aku rasa sikapmu yang seperti ini aneh, seolah menghindar darinya.”

Terdengar helaan nafas Fania, namun tak terdengar jawaban apapun dari bibir wanita itu.

“Pulanglah Chaer, kekasihmu pasti merindukanmu”

Fania paham akan hal itu, hingga tak ingin menahan Chaerlina lebih lama lagi.

“Meninggalkanmu di sini sendiri? Apa kau yakin aku akan aman berhadapan dengan suamimu?”

Rasanya Chaerlina tak akan sanggup menghadapai kemarahan suami Fania jika sampai tahu kalau dirinya meninggalkan Fania sendirian menikmati liburan di kota lain.

Fania tersenyum samar “Semuanya akan aman, percaya padaku”

Chaerlina mengernyitkan dahinya, semakin heran dengan Fania yang tidak seperti biasanya. Dia curiga ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.

“Kau yakin baik-baik saja? Aku khawatir sekarang.” Ujar Chaerlina dengan nada cemas.

Fania tersenyum tipis. “ I’m ok”

Chaerlina akhirnya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu meninggalkan Fania sendirian di kota tempat mereka berlibur. Selain karena merindukan kekasihnya, sahabat dari Fania itu juga tak bisa meninggalkan pekerjaannya yang sudah menumpuk karena telah ditinggalkan begitu lama.

“Jaga diri baik-baik, Fan. Aku tak ingin disalahkan suamimu jika ada yang lecet sedikitpun pada tubuhmu.”

“Jangan lupa hubungi aku kalau ada apa-apa”

Chaerlina lebih khawatir meninggalkan Fania di sini dibandingkan menerima kemarahan suami Fania.

“Aku akan baik-baik saja, Chaer. Jangan terlalu khawatir aku bisa menjaga diriku sendiri.” Fania membalas pelukan Chaerlina dengan sama eratnya.

Fania terpaku menatap punggung Chaerlina yang semakin jauh hingga tak terlihat lagi bersiap untuk terbang ke kota mereka tinggal.

Terdengar helaan nafas kasarnya. Meskipun akan terasa sepi karena kini ia sendiri, ia akan belajar menikmati kesepian ini sementara waktu. Sampai dirinya puas dan dapat kembali ke kota kelahirannya.

Fania benar-benar mencoba menikmati liburannya sendiri, pergi ke tempat-tempat indah yang ia inginkan sendiri, menikmati aneka kuliner sendiri, dan banyak hal lainnya yang ia coba nikmati sendiri.

“Rasanya tidak sesepi itu” gumamnya lirih setelah mencoba menghabiskan waktu sendiri.

Fania mengunjungi salah satu pusat fashion yang ada di sana, ia ingin mengenali karakter mode yang sedang trend di daerah itu. Mungkin bisa menambah inspirasinya nanti kalau sudah kembali pada rutinitas pekerjaannya nanti.

“Sepertinya mereka lebih menyukai produk lokal dibanding luar negeri.” Gumam Fania yang sejak tadi mengamati orang-orang yang berlalu lalang, sembari menikmati makan siangnya di salah satu restoran yang tersedia di pusat perbelanjaan yang sedang ia kunjungi.

Hingga ia dikejutkan akan kedatangan seseorang yang menghampiri dirinya.

“Fania, lama tak bertemu. Kau semakin menawan” ujarnya tanpa ragu.

Membuat Fania berdecak tak suka mendengar pujian seseorang di hadapannya itu.

“Apa aku mengenalmu?!” sarkas Fania tak ingin lagi berbasa-basi dengan pria dihadapannya itu.

Tawa sinis terdengar renyah di telinga Fania, pria itu menatap Fania dengan pandangan memuja.

“Aku selalu suka dengan sikapmu yang seperti ini.” Kemudian pria itu menoleh ke kiri dan kanan seolah mencari keberadaan seseorang.

“Wah kau sendiri, suamimu yang selalu menempel padamu itu tak ikut? Sepertinya ini kesempatan yang bagus untukku bukan?” ujar pria itu dengan kekehan sinis nya.

Fania tak memberikan respon apapun, ia hanya berdecak malas dan memasang wajah masam. Berdiri berniat akan pergi tak mau meladeni pria gila di hadapannya itu.

Tangannya tertahan, siapa lagi pelakunya jika bukan pria gila itu.

“Lepas!”

“Fania, jangan munafik. Aku tau kau juga menginginkanku bukan? Bukannya ini kesempatan kita, karena sedang tak ada suamimu yang posesif itu.” Ujarnya dengan penuh percaya diri.

Membuat Fania berdecak kesal, dan menepis kasar tangan lancang pria itu.

“Hentikan omong kosong mu itu. Sejak dulu kau hanya sampah yang selalu menggangu mata” sarkas Fania menatap tajam pria itu.

Pria yang dulu pernah menyukainya saat kuliah, namun dirinya tolak karena saat itu ia sudah bersama Ronald. Dan jelas tak menyukai pria itu. Pria gila yang dulu hampir mencelakai Ronald karena rencana buruknya untuk melukai Ronald.

Seingatnya, pria ini sudah dimasukkan dalam sel oleh suaminya, namun melihat saat ini berkeliaran di depannya. Tampaknya dia sudah dibebaskan.

“Aku tau kau sudah tak mencintainya lagi”

NEXT …….

Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160 SELESAI
Episodes

Updated 160 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160 SELESAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!