Sore itu ruangan kerja Fania berubah suasana. Yang tadinya terasa kaku. Diam. Penuh jarak yang tidak terlihat. Kini lebih hangat. Lebih hidup.
Lampu ruangan menyala lembut. Cahaya matahari sore masuk samar dari balik jendela besar di samping meja kerja. Suasana kantor di luar mulai lebih tenang. Beberapa karyawan sudah pulang. Sisanya masih sibuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing.
Namun di dalam ruangan itu, waktu seperti berjalan lebih lambat. Fania masih berdiri tepat di depan Ronald. Dekat. Terlalu dekat untuk sekadar disebut “sudah baikan”.
Namun juga tidak ada satu pun dari mereka yang ingin menciptakan jarak lagi. Ronald masih menatapnya. Tenang seperti biasa.
Namun ada sesuatu yang berbeda di matanya sekarang. Lebih lembut. Lebih terbuka. Dan Fania bisa melihatnya dengan jelas.
Untuk beberapa detik tidak ada yang bicara.
Hanya tatapan yang saling tinggal terlalu lama. Lalu perlahan Fania mengerucutkan bibirnya sedikit.
“Aku lelah…” gumamnya pelan. Nada suaranya berubah. Tidak lagi dingin seperti tadi pagi. Tidak lagi menahan seperti semalam.Kini lebih lembut. Lebih… manja.
Ronald mengangkat alis tipis.
“Bukannya kamu bilang baik-baik saja sbelumnya.”
Fania mendengus kecil. “Iya… tapi sekarang rasanya lelah.” Ia melangkah sedikit lebih dekat, sengaja. Hingga jarak mereka nyaris tidak tersisa.
Ronald menatapnya tanpa berpindah. Ada senyum kecil yang mulai muncul di sudut bibirnya.
“Kamu maunya apa?” Tanyanya langsung. Tidak bingung. Tidak defensif. Lebih seperti seseorang yang mulai mengerti bahasa diam pasangannya.
Fania tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat tangannya pelan. Lalu menarik sedikit ujung kemeja Ronald. Gerakan kecil namun jelas penuh makna.
Ronald menunduk melihat tangan itu. Kemudian kembali menatap Fania. Dan saat itu, ia paham. Fania tidak benar-benar meminta sesuatu. Ia hanya ingin merasa diperhatikan. Ingin diyakinkan bahwa setelah semalam mereka baik-baik saja.
Ronald menghela napas kecil. Namun detik berikutnya, tangannya berger…
RONALD & FANIA
BAB 60
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments