Hari kedua Ronald berada di Singapura dimulai dengan jadwal yang padat.
Sejak pagi, ia sudah menghadiri rapat bersama beberapa klien. Presentasi demi presentasi berjalan lancar, bahkan proyek yang selama ini ia perjuangkan akhirnya mendapat persetujuan.
Rekan-rekannya mengucapkan selamat.
Semua tampak senang.
Namun Ronald hanya tersenyum seperlunya.
Entah mengapa, keberhasilan itu tidak lagi terasa semembahagiakan dulu.
Pikirannya terus kembali ke rumah.
Kembali kepada Fania dan putra mereka.
Di sela waktu istirahat, Ronald membuka ponselnya.
Tidak ada pesan baru.
Ia membuka ruang obrolannya dengan Fania.
Pesan terakhir masih sama.
"Alhamdulillah."
Setelah itu, tidak ada lagi.
Ronald mengetik sebuah pesan.
«Lagi apa?»
Jemarinya berhenti di tombol kirim.
Beberapa detik kemudian, pesan itu kembali dihapus.
Ia takut mengganggu.
Atau mungkin...
Ia takut jika jawaban Fania hanya singkat seperti biasanya.
Di rumah, Fania baru saja selesai menjemur pakaian.
Putra mereka berlari menghampiri sambil membawa mobil-mobilan kesayangannya.
"Mama."
"Iya?"
"Aku mau telepon Papa."
Langkah Fania terhenti.
Ia menatap wajah polos putranya.
"Papa lagi kerja, Sayang."
"Cuma bentar."
"Aku kangen."
Kalimat sederhana itu membuat hati Fania kembali diremas.
Ia berlutut di hadapan putranya.
"Nanti malam ya. Kalau Papa sudah selesai kerja."
Anak itu mengangguk, meski wajahnya tampak sedikit kecewa.
Siang harinya, Livia datang mengantar beberapa makanan.
"Fan, aku bikin sup. Kamu pasti belum sempat masak."
Fania tersenyum.
"Terima kasih."
Mereka duduk di meja makan sambil berbincang.
Livia memperhatikan Fania yang tampak lebih banyak diam.
"Kamu kepikiran Ronald?"
Fania menggeleng pelan.
"Nggak."
Livia tersenyum tipis.
"Kamu bohong lagi."
Fania tertawa kecil.
"Aku cuma lagi belajar biasa aja."
"Belajar biasa aja atau belajar memendam semuanya?"
Pertanyaan itu membuat Fania terdiam.
Beberapa saat kemudian ia berkata lirih,
"Aku capek kalau terus berharap."
Livia menggenggam tangannya.
"Fan…
RONALD & FANIA
BAB 126
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments