Kafe itu tidak terlalu ramai. Musik pelan mengalun di sudut ruangan. Aroma kopi hangat memenuhi udara. Tempat yang biasanya terasa nyaman namun kali ini, tidak cukup untuk menenangkan sesuatu yang sedang berantakan.
Fania duduk di salah satu meja. Jari-jarinya mengelus sisi gelas tanpa sadar. Tatapannya kosong namun pikirannya penuh, sangat penuh. Setelah dari tempat Ronald dan wanita itu bertemu, Fania memilih tempat ini untuk bertemu dengan kedua sahabatnya.
Di depannya, dua wanita menatapnya dengan ekspresi berbeda. Chaerlina terlihat tenang namun matanya tajam, mengamati dan membaca.
Dan Livia terlihat lebih ekspresif. Alisnya sedikit mengernyit jelas tidak sabar dan jelas menunggu.
“Fan,” ujar Livia akhirnya memecah keheningan.
“Kau tiba-tiba memintaku datang, tapi kau hanya diam. Apa yang sebenarnya terjadi?” Nada suaranya langsung tidak berputar.
Fania menarik napas pelan menatap gelasnya. Beberapa detik seolah mengumpulkan kata. Namun yang muncul justru rasa tidak nyaman.
“Aku ...” ia mulai lalu berhenti dan menggeleng kecil.
Chaerlina menyandarkan tubuhnya ke belakang, tidak ingin memaksa Fania namun juga tidak berniat melepas.
“Tentang hubungan mu dan Ronald, kau ada masalah lagi dengannya?” Tepat sasaran dan langsung.
Fania tidak kaget, ia hanya tersenyum tipis. Namun tidak sampai ke mata.
“Bukan masalah,” jawabnya pelan.
Livia langsung mengangkat alis. “Kalau bukan masalah, kau tak akan seperti ini.”
Fania terdiam, memang benar. Namun tetap ia tidak langsung mengakuinya. Ia menghela napas lebih panjang.
“Kalian tau aku dan Ronald ...” ia berhenti lagi, menelan ludah. “…kami punya kesepakatan.”
Chaerlina langsung fokus. “Kesepakatan saling asing itu?”
Fania akhirnya mengangkat pandangannya. Menatap mereka berdua, kemudian mengangguk pelan. Dan untuk pertama kalinya ia mengatakannya dengan jelas.
“Untuk mengurus urusan masing-masing.”
Hening dalam sekejap, Livia berkedip.
Sekali.
Dua kali.
“Wait maksudnya apa?”
Fania menahan napas lalu mengeluarkannya pela…
RONALD & FANIA
BAB 23
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments