Malam kembali turun. Namun kali ini, rasanya berbeda. Tidak ada lagi beban yang menggantung seperti malam-malam sebelumnya.
Tidak ada lagi jarak yang diam-diam menciptakan dinding di antara mereka. Tidak ada lagi keheningan yang menekan dada hingga sulit bernapas. Semuanya terasa lebih ringan.
Kamar hotel itu masih sama. Tidak ada yang berubah dari segi tempat. Lampu tetap redup, memancarkan cahaya hangat yang menenangkan. Tirai setengah terbuka, membiarkan gemerlap lampu kota masuk dan menari pelan di dinding kamar.
Namun yang berubah adalah mereka. Fania duduk di balkon. Ia memilih kursi kayu sederhana dengan bantalan tipis. Tubuhnya sedikit meringkuk, kedua lutut dipeluk erat, seolah mencari posisi paling nyaman untuk dirinya sendiri.
Di depannya, pemandangan kota terbentang luas. Lampu-lampu kendaraan bergerak seperti aliran cahaya, sementara gedung-gedung tinggi berdiri dengan jendela-jendela yang menyala, menyerupai bintang yang jatuh dan menetap di bumi.
Ia diam. Tapi bukan diam yang kosong. Bukan juga diam yang penuh kebingungan. Diamnya kali ini lebih seperti ruang untuk berpikir. Ruang untuk merasakan. Ruang untuk memahami.
Di dalam kamar, pintu terbuka perlahan. Ronald keluar dengan dua gelas minuman di tangannya. Langkahnya tenang, tidak terburu-buru. Ia melihat Fania sebentar, lalu berjalan mendekat tanpa mengganggu ketenangan yang sudah lebih dulu terbentuk di sana.
Ia duduk di kursi sebelah Fania. Tanpa banyak kata, ia menyodorkan salah satu gelas itu. Fania menerimanya.
“Thanks,” ucapnya pelan.
Ronald hanya mengangguk kecil. Tidak ada percakapan panjang. Tidak ada basa-basi. Namun anehnya, itu tidak terasa canggung.
Mereka duduk berdampingan, menghadap ke arah yang sama. Menikmati pemandangan yang sama. Berada dalam keheningan yang sama.
Beberapa detik berlalu. Tidak ada yang bicara.
Namun kali ini, heningnya berbeda. Heningnya terasa nyaman. Seperti dua orang yang akhirnya tidak perlu lagi memaksakan kata-kata untuk merasa dekat.
Ronald menarik na…
RONALD & FANIA
BAB 42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments