Waktu berjalan lebih cepat daripada yang mereka sadari. Setelah kejadian di rumah sakit, Ronald benar-benar menepati janjinya.
Ia tetap bekerja namun tidak lagi membiarkan pekerjaannya mengambil seluruh waktunya.
Kini setiap pagi ia selalu memastikan Fania sarapan. Setiap siang ia menghubungi istrinya. Setiap malam ia pulang tepat waktu jika tidak ada keadaan darurat.
Dan yang paling penting ia selalu ada. Benar-benar ada.
***
Bulan demi bulan berlalu, perut Fania semakin membesar. Rumah mereka perlahan dipenuhi perlengkapan bayi. Baju-baju mungil. Sepatu kecil. Mainan. Selimut.
Dan berbagai barang yang selalu berhasil membuat Fania tersenyum setiap kali melihatnya.
Sedangkan Ronald, pria itu berubah menjadi calon ayah yang sangat antusias. Terlalu antusias bahkan.
Suatu malam Fania terbangun karena ingin minum. Saat melewati ruang tamu, ia menemukan Ronald sedang duduk sendirian. Membaca buku tentang bayi. Lagi.
Fania langsung tertawa. "Sayang."
Pria itu menoleh. "Oh. Kamu bangun?"
"Aku cuma mau minum." Lalu matanya jatuh pada buku di tangan Ronald. "Kamu baca lagi?"
Ronald terlihat tidak bersalah. "Ini tentang cara menggendong bayi yang benar."
Fania sampai geleng kepala. "Anak kita bahkan belum lahir."
Ronald mengangguk santai. "Makanya aku belajar dulu."
Fania akhirnya tertawa sambil mengusap perutnya. Dan di dalam hati, ia tahu. Anak mereka akan sangat dicintai.
***
Hingga akhirnya hari yang mereka tunggu datang. Hari itu dimulai seperti hari biasa. Namun sejak subuh Fania mulai merasakan kontraksi ringan.
Awalnya ia mengira hanya rasa tidak nyaman biasa. Sampai beberapa jam kemudian rasa itu datang lagi. Dan lagi semakin teratur. Semakin kuat.
"Sayang..."
Ronald yang sedang menyiapkan sarapan langsung menoleh. "Iya?"
Fania memegang perutnya. Wajahnya sedikit berubah. "Kayaknya..." Jeda. "Aku kontraksi."
Piring yang sedang dipegang Ronald hampir jatuh. "Hah?!"
Fania sampai tertawa meski menahan sakit. "Jangan panik."
Namun Ronald sudah panik duluan. Sangat pan…
RONALD & FANIA
BAB 86
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments