Percakapan itu tidak benar-benar selesai. Hanya berhenti dan menggantung. Seperti sesuatu yang terlalu berat untuk ditarik lebih jauh.
Fania duduk diam beberapa detik setelah kalimat terakhirnya sendiri. Tangannya masih di atas meja, matanya kosong. Namun pikirannya tidak pernah sepi.
Chaerlina dan Livia saling melirik. Tidak lagi menekan, tidak lagi mendorong.Karena mereka tahu Fania sudah sampai di batasnya hari ini.
“Aku rasa cukup,” ujar Livia akhirnya. Lebih lembut dari biasanya. “Kau butuh waktu.”
Fania mengangguk kecil tanpa benar-benar menatap.
Chaerlina tersenyum tipis, namun matanya tetap serius. “Jangan lari dari apa yang kau rasakan.”
Kalimat itu pelan namun cukup jelas untuk tinggal. Fania tidak menjawab, ia hanya berdiri. Mengambil tasnya dengan gerakan tenang. Namun ada beban yang ia bawa pulang, yang tidak terlihat namun terasa.
Mereka keluar dari kafe bersama. Langkah mereka berdampingan namun tidak banyak bicara.
Udara sore menyambut, sedikit lebih dingin dan sedikit lebih jernih. Namun di dalam diri Fania tidak ada yang benar-benar berubah. Hanya satu hal yang pasti, ia tidak bisa lagi sepenuhnya berbohong pada dirinya sendiri.
***
Seminggu kemudian. Tiba hari pernikahan Chaerlina. Gedung itu terlihat megah dan dipenuhi cahaya. Dekorasi bunga putih dan soft gold menghiasi setiap sudut ruangan.
Hangat dan elegan, namun tetap hidup. Suara musik mengalun lembut. Tamu berdatangan, percakapan dan tawa saling bersahutan. Hari bahagia untuk semua orang.
Kecuali mungkin tidak sepenuhnya untuk Fania. Ia datang bersama Livia. Gaun panjang berwarna lembut membalut tubuhnya. Rambutnya ditata rapi begitu sempurna.
Dari luar tidak ada yang salah. Namun di dalam ia masih berusaha menjaga sesuatu agar tetap terkendali.
“Are you oke?” tanya Livia pelan saat mereka melangkah masuk.
Fania mengangguk. “Ya.” Jawabnya dengan cepat dan refleks.
Livia meliriknya namun tidak memperpanjang. Mereka berjalan masuk, menyapa beberapa tamu. Memberi selamat, dan tersenyum. Semua…
RONALD & FANIA
BAB 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments